Malang (Antara Jatim) - Kendaraan berat, seperti bus besar dan truk dilarang melewati Jembatan Soekarno-Hatta Kota Malang, karena kondisi jembatanitu cukup mengkhawatirkan, bahkan rawan runtuh. "Kendaraan yang boleh melintas di Jembatan Soekarno-Hatta hanya kendaraan roda empat dan roda dua saja. Sedangkan kendaraan berat dengan berat melibihi tujuh ton tidak boleh lewat," tegas kasatlantas Polresta Malang AKP Erwin Aras Genda di Malang, Senin. Menurut dia, kendaraan yang lewat dibatasi, yakni dengan berat kendaraan standar 30 persen dari beban minimum jembatan. Angkutan umum masih boleh melewati jembatan asalkan tidak berhenti di atas jembatan. Agar kendaraan berat tidak melewati jembatan, katanya, pihak kepolisian dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang akan memasang rambu peringatan mulai dari pintu masuk Kota Malang, bahkan sejak dari pertigaan Karanglo Kabupaten Malang. Kendaraan dari arah Surabaya yang akan ke Dinoyo bisa melewati Karanglo, karena Jembatan Soekarno-Hatta sudah tidak bisa dilewati kendaraan dengan beban berat. Ia mengatakan sejumlah petugas kepolisian dan Dishub Kota Malang akan disiagakan di sejumlah titik untuk memantau kendaraan yang akan melintas ke jembatan. Bahkan, lanjutnya, juga akan dipasang portal untuk menghindari kendaraan berat seperti truk dan bus melewati jembatan. Kalau sudah dipasang portal, kendaraan berat dipastikan tidak akan bisa melintas. "Petugas tidak mungkin berjaga 24 jam. Nah, untuk menghindari sopir 'nakal' kami akan memasang portal," tegasnya. Sedangkan rekayasa lalu lintas yang saat ini sedang dilakukan, katanya, akan berakhir sekitar Mei 2014 atau menunggu selesainya pembangunan Jembatan Soekarno-Hatta yang dilaksanakan Pemprov Jatim. "Kita akan tetap menutup pintu gerbang utama kampus Universitas Brawijaya (UB) yang berhadapan langsung dengan Jembatan Soekarno-Hatta sampai pembangunan jembatan selesai," tegasnya. Sementara itu Kabid Lalin Dishub Kota Malang Eko Budi Hartoyo mengatakan selain rekayasa lalin dan larangan kendaraan berat, untuk mengurangi kemacetan di kawasan Soekarno-Hatta hingga Dinoyo itu, pihaknya akan membuka perempatan baru di Jalan Coklat dan Jalan Cengkeh. "Sekarang kita masih berkoordinasi dengan lintas satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini sudah ada solusi," katanya.(*)
Berita Terkait
Gunung Semeru meletus, Wali Kota Surabaya kirim kendaraan berat dan logistik ke Lumajang
5 Desember 2021 18:55
15 kendaraan berat dikerahkan untuk normalisasi Sungai Kalibokor Surabaya
3 November 2020 13:25
Polisi Jatim Larang Kendaraan Berat Lintasi Jembatan Widang
18 April 2018 10:34
Sidoarjo Belum Tentukan Larangan Kendaraan Berat
1 Juni 2017 18:08
9.776 Kendaraan Berat Manfaatkan Kapal Roro
4 Juli 2014 18:50
Kementerian PU: Jembatan Soekarno-Hatta Malang Aman
9 Maret 2016 17:39
KemenPU Uji Beban Jembatan Soekarno-Hatta Kota Malang
7 Maret 2016 21:23
Pakar: Jembatan Soekarno Hatta Malang sudah tak Layak
11 Januari 2014 09:02
