Surabaya (AntaraJatim) - Survei "Scopus" yang didasarkan pada indeks publikasi ilmiah internasional mencatat Universitas Kristen (UK) Petra Surabaya sebagai perguruan tinggi swasta nomor satu di Indonesia dalam publikasi ilmiah internasional. "Kalau dibandingkan dengan perguruan tinggi negeri, kami menduduki nomor 18 di Indonesia untuk publikasi karya ilmiah secara internasiomal," kata Rektor UK Petra Prof Rolly Intan di Surabaya, Selasa. Di sela-sela 'Press Gathering' dengan wartawan Surabaya, alumni Tokyo University, Jepang (S2/S3), itu, menjelaskan UK Petra Surabaya hingga kini telah mempublikasikan 129 karya ilmiah lewat publikasi internasional. "Di Indonesia, peringkat pertama dipegang Institut Teknologi Bandung (ITB), tapi tahun ini, peringkat kami sebagai universitas swasta meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang masih dipegang Universitas Trisakti," katanya. Tahun ini, UK Petra Surabaya menjadi nomor 18 dari 60 perguruan tinggi yang masuk Scopus dari total 3.200 perguruan tinggi di Indonesia. "Kami senang dengan hasil itu, tentu kami tidak ada apa-apanya tanpa dukungan semua pihak, termasuk rekan-rekan media. Tapi, kami belum puas dengan hasil itu dan kami akan terus bekerja keras untuk menjadi yang terbaik," katanya. Tentang upaya yang akan dilakukan untuk menjadi yang terbaik itu, ia berjanji akan memberikan dukungan pendanaan bagi dosen-dosen yang ingin mempublikasi karya ilmiah lewat publikasi internasional. "Setiap dosen, kalau ada publikasi karya ilmiah di luar akan ada poin. Poin akan diakumulasikan. Besarnya dana yang diberikan sesuai dengan banyaknya poin yang dihasilkan," katanya. Bahkan, ia mematok target untuk setahun harus ada 40 karya ilmiah dari UK Petra yang dipublikasikan secara internasional. "Itu pun kalau dibandingkan dengan universitas tetangga kita di Singapura dan Malaysia belum ada apa-apanya," katanya. Selain Scopus, UK Petra juga menjadi "smart campus" nomor 16 sesuai rangking Tesca dan tercatat 10 dari 15 program studi atau 67 persen program studi di UK Petra yang bernilai A. "Tidak hanya non-fisik, kami juga berencana membangun gedung baru yang bersifat 'green building' di dekat gedung P yakni gedung P1 dan P2. Semoga, kedua gedung itu akan menjadi ikon di Surabaya," katanya. Hal yang sama juga akan dilakukan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. "Kami akan membangun kampus di Jakarta, tapi tanah kami sendiri, rencananya ada dua lantai yang letaknya tidak jauh dari Universitas Trisakti," kata Kepala Humas Unair Dr Bagus Ani Putra. (*)
Berita Terkait
Mahasiswa FTMM Unair tulis jurnal terindeks scopus
18 Maret 2022 15:56
JSEAHR Unej jadi jurnal HAM pertama di Asia Tenggara yang terindeks Scopus
29 Desember 2021 17:07
FK Unair Targetkan 162 Jurnal Terindeks Scopus
3 Maret 2017 18:38
Unair Berikan Insentif 451 Dosen "H-Index Scopus"
14 Maret 2016 21:11
Prestasi Akademik Sebatas Administratif
1 Januari 2016 08:24
2016, Unair Targetkan 90 Persen Prodi Terakreditasi A
30 Desember 2015 22:12
Universitas Petra Surabaya Ikuti Gerakan "Open Access" Internasional
5 Februari 2014 18:49
KBM PCU ajak warga Siwalankerto Surabaya kembangkan "edible plastic"
22 November 2025 17:26
