“Tahun lalu jumlah publikasi jurnal internasional yang terindeks scopus hanya sekitar 64 jurnal. Dan untuk tahun ini kita menargetkan 162 jurnal internasional terindeks scopus,” katanya dalam acara Loka karya Pembinaan Publikasi Jurnal Internasional di GRAMIK FK Unair.Surabaya (Antara Jatim) - Surabaya (Antara Jatim) - Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (Unair) Surabaya menargetkan ada 162 publikasi jurnal internasional yang terindeks scopus pada tahun ini.
Wakil Dekan III Fakultas Kedokteran Unair Prof Dr Ni Made di Surabaya, Jumat mengatakan target tersebut berkaitan dengan upaya Unair menduduki rangking 500 dunia oleh Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).
"Tahun lalu jumlah publikasi jurnal internasional yang terindeks scopus hanya sekitar 64 jurnal. Dan untuk tahun ini kita menargetkan 162 jurnal internasional terindeks scopus," katanya dalam acara Loka karya Pembinaan Publikasi Jurnal Internasional di GRAMIK FK Unair.
Selain untuk mencapai WCU (World Class University), target tersebut, kata Made juga berkaitan dengan peraturan Kemenristekdikti tahun 2017 yang mewajibkan dosen untuk mempublikasikan jurnal ilmiah baik di level nasional maupun internasional.
Sementara itu, Ketua Pusat Pengembangan Jurnal dan Publikasi Ilmiah (PPJPI) Dr drg Prihartini Widiyanti mangatakan publikasi jurnal internasional menjadi parameter yang sangat krusial.
"Maka ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan seperti artikel ilmiah, cover letter, pilihan jurnal ilmiah yang dituju, serta motivasi yang kuat," ujarnya
Selain itu, kata dia, dalam menentukan target jurnal ada beberapa hal yang harus diperhatikan, salah satunya yaitu dengan cara memilih jurnal yang baik.
Yanti juga menjelaskan mengenai teknis untuk submission artikel atau jurnal internasional agar tidak salah masuk ke dalam Publisher Predatory yang malah akan merugikan para dosen.
"PPJPI akan memberikan pendampingan bahasa (translasi/translate) serta pendampingan untuk kalangan dosen dalam menghadapai masalah submission jurnal internasional," ujarnya. (*)
Pewarta: willy irawanEditor : Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.