Oleh Muhammad Arief Iskandar Jakarta (Antara) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bersama Ibu Ani Yudhoyono, dan cucunya Almira Tunggadewi Yudhoyono serta menantunya Anisa Pohan, meninjau kapal yang dioperasikan para aktivis lingkungan Greenpeace, "Rainbow Warior III" di Pelabuhan Tanjung Priok, Jumat pagi, sekitar pukul 09.20 WIB. Dalam kesempatan itu Presiden menggunakan safari warna biru, didampingi Ibu Ani yang juga mengenakan pakaian biru, sementara Aira menggunakan baju batik merah muda. "Untuk lingkungan kita, untuk lingkungan dunia, untuk anak cucu di masa depan," kata Presiden di geladak kapal kepada para wartawan peliput yang berada di dermaga, samping kapal. Rombongan Presiden tiba di terminal Penumpang Nusantara Pura 1, sekitar pukul 09.20 WIB. Presiden disambut oleh Direktur Eksekutif Green Peace Internasional Kumi Naddo bersama Gubernur Jakarta Jokowi. Kemudian mendengarkan paparan dari Greennpeace sebelum meninjau kapal Rainbow Warior. Sejumlah Menteri Kabinet Indonesia Bersatu II hadir dalm acara tersebut, diantaranya Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi, Menteri Perikanan Sharif Cicip Soetardjo, Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa, Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan dan Menteri Lingkungan Hidup Belthazar Kambuaya serta Menteri Perhubungan EE Mangindaan. Kapal Rainbow Warior berlabuh di Tanjung Priok Kamis (6/6), setelah pelayaran dari Papua. Kapal para aktivis lingkungan ini memiliki misi utama kampanye pelestarian keanekaragaman hayati di laut dan di darat Indonesia. Kedatangan kapal ini disemarakkan dengan pameran lingkungan di Tanjung Priok. Kapal ini akan dibuka secara umum tanggal 8-9 juni 2013, guna mendorong kepedulian masyarakat terhadap lingkungan. Rainbow Warrior merupakan satu dari tiga buah kapal yang digunakan Greenpeace untuk menjalankan aksinya menentang perusakan lingkungan saat ini. Dua kapal lainnya, Arctic Sunrise dan Esperanza beraksi di belahan Bumi utara hingga ke kutub. Rainbow Warrior III merupakan reinkarnasi dari kapal yang dioperasikan Greenpeace dengan nama yang sama. Kapal pertama Rainbow Warior ditenggelamkan dengan bom di pelabuhan Auckland, Selandia Baru, pada 10 Juli 1985, saat menentang percobaan nuklir Prancis yang dilakukan di Pulau Muroroa, sekitar Polynesia. Untuk menggantikannya, Greenpeace mengoperasikan Kapal Rainbow Warior II pada 1989 dan diistirahatkan pada 2011. Rainbow Warior II telah mengunjungi Indonesia tiga kali pada 2004, 2005 dan 2007. (*)
Berita Terkait
Antara Natal, tahun baru, dan kebersamaan di saat sulit
25 Desember 2025 15:14
Dewas ANTARA harap kinerja Biro Jatim terus tumbuh
17 Desember 2025 19:30
ANTARA terima penghargaan peran penyebaran informasi Kumham Imipas
17 Desember 2025 13:59
Konjen RRT-ANTARA Jatim masifkan penyebaran informasi positif dua negara
16 Desember 2025 19:45
DPR nilai pemberitaan ANTARA masih menjadi tolok ukur
16 Desember 2025 19:02
Ketua Fraksi PKS DPRD Jatim: ANTARA miliki karakter yang berbeda
16 Desember 2025 18:16
Ketua Dewas ANTARA: Kantor berita bertanggung jawab tangkal hoaks
16 Desember 2025 18:00
Kadis Kominfo Jatim apresiasi peran ANTARA jaga kualitas informasi
16 Desember 2025 17:02
