Oleh M Arif Iskandar Brunei Darussalam (Antara) - Dalam perhelatan Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN ke-22, opini yang disuarakan oleh Pemerintah Indonesia menonjol diberitakan oleh Media Brunei. Hal ini terlihat dalam surat kabar "The Brunei Times" yang terbit Kamis (25/4). Selain "headline" besar terkait kedatangan para pemimpin ASEAN dengan judul "ASEAN leaders welcomed", di halaman depan memuat pandangan Indonesia terkait penyelesaiaan sengketa Laut China Selatan. Dengan Judul "No date set on ASEAN, China Talk CoC", dengan narasumber utama Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa, kedua berita tersebut berdampingan di Halaman Utama. Di halaman sebaliknya (A2), dalam laporan utamanya koran tersebut, terkait isu Myanmar dengan judul "Myanmar unrest may be key topic at ASEAN meet" dengan mengetengahkan pandangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan narasumber Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa. Selain itu, juga memuat terusan berita terkait dengan penyelesaiaan sengketa Laut China Selatan halaman satau dengan judul "Don't Press panic button: Inonesia's rep". Sementara itu, kegiatan Ibu Negara dan Presiden Yudhoyono juga mendapatkan tempat di halaman A4, pemberitaan terkait dengan jamuan santap malam yang digelar Permaisuri Sultan Hasanal Bolkiah, Raja Istri Pengiran Anak Saleha di Istana Darul Hana. Tiga foto yang mengetengahkan jamuan santap malam tersebut, semuanya memuat gambar Ibu Negara Ani Yudhoyono. Di bawahnya, berita terkait kegiatan Presiden Yudhoyono tengah bermain voli juga dimuat di surat kabar tersebut. Sementara itu, KTT ASEAN ke-22 secara resmi telah dibuka, Kamis pagi, dan dihadiri oleh pemimpin 10 negara anggota ASEAN.(*)
Berita Terkait
KUHP beri batasan jelas antara kritik dan penghinaan
3 Januari 2026 11:18
Antara Natal, tahun baru, dan kebersamaan di saat sulit
25 Desember 2025 15:14
Dewas ANTARA harap kinerja Biro Jatim terus tumbuh
17 Desember 2025 19:30
ANTARA terima penghargaan peran penyebaran informasi Kumham Imipas
17 Desember 2025 13:59
Konjen RRT-ANTARA Jatim masifkan penyebaran informasi positif dua negara
16 Desember 2025 19:45
DPR nilai pemberitaan ANTARA masih menjadi tolok ukur
16 Desember 2025 19:02
Ketua Fraksi PKS DPRD Jatim: ANTARA miliki karakter yang berbeda
16 Desember 2025 18:16
Ketua Dewas ANTARA: Kantor berita bertanggung jawab tangkal hoaks
16 Desember 2025 18:00
