Ponorogo, Jawa Timur (ANTARA) - Sekolah Rakyat (SR) Ponorogo, Jawa Timur mulai membuka penerimaan peserta didik baru tahun ajaran 2026/2027 dengan jumlah 90 anak untuk mengisi tiga rombongan belajar jenjang SD, SMP, hingga SMA.
Kepala SR Ponorogo Devit Tri Candrawati di Ponorogo, Selasa, mengatakan proses pembelajaran siswa baru sementara waktu dipusatkan di Sekolah Rakyat Madiun karena fasilitas dan asrama di Ponorogo belum memadai.
“Untuk sementara siswa baru belajar bersama di SR Madiun karena fasilitas dan daya tampung asrama di Ponorogo masih terbatas,” kata dia.
Ia menjelaskan pembangunan gedung permanen SR Ponorogo di kawasan Jurang Gandul, Kelurahan Kadipaten, Kecamatan Babadan hingga kini belum dimulai. Pemerintah menargetkan pembangunan dimulai pada Oktober 2026.
“Informasinya pembangunan dimulai Oktober. Selama belum ada gedung permanen, siswa kami titipkan di Madiun,” ujarnya.
Dia menjelaskan proses penjaringan siswa dilakukan bersama pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Ponorogo.
Seleksi diprioritaskan bagi keluarga kategori desil 1 dan 2 sesuai ketentuan pemerintah pusat.
Ia menambahkan minat masyarakat terhadap program Sekolah Rakyat terus meningkat. Banyak orang tua mulai tertarik menyekolahkan anaknya melalui program pendidikan berasrama tersebut.
“Animo masyarakat cukup tinggi karena program ini mulai dikenal dan diminati,” katanya.
Pada tahun ajaran baru ini, masing-masing jenjang pendidikan akan diisi 30 siswa atau meningkat dibandingkan dengan kuota sebelumnya yang 25 siswa per jenjang.
Pemkab Ponorogo menargetkan gedung permanen SR yang dibangun di selatan Sirkuit Ban Bunder itu nantinya mampu menampung hingga 1.200 siswa dari berbagai jenjang pendidikan.
Pewarta: Destyan H. SujarwokoEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026