Surabaya perlu terus memperkuat pembangunan yang inklusif, berkeadilan, dan selaras dengan program strategis pemerintah pusat
Surabaya (ANTARA) - Ketua Partai Gerindra Surabaya Cahyo Harjo Prakoso menilai peringatan Hari Jadi ke-733 Kota Surabaya menjadi momentum untuk menyempurnakan arah pembangunan Kota Pahlawan melalui percepatan berbagai program strategis yang berdampak langsung pada masyarakat.
"Sebagai kota terbesar kedua di Indonesia dan pusat pertumbuhan ekonomi di kawasan Indonesia Timur, Surabaya perlu terus memperkuat pembangunan yang inklusif, berkeadilan, dan selaras dengan program strategis pemerintah pusat," kata Cahyo di Surabaya, Minggu.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur ini mengatakan pembangunan Surabaya tidak hanya perlu difokuskan pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus mencakup penguatan kehidupan sosial, pengembangan kreativitas generasi muda, serta peningkatan kualitas hidup warga hingga tingkat kampung.
Dalam momentum Hari Jadi ke-733 Kota Surabaya, Cahyo mengapresiasi komitmen Pemerintah Kota Surabaya yang telah mendukung sejumlah program prioritas pemerintah pusat.
Namun, ia menilai masih terdapat beberapa program yang memerlukan percepatan pelaksanaan agar manfaatnya dapat segera dirasakan masyarakat luas.
Salah satunya adalah Program Sekolah Rakyat yang saat ini masih dalam tahap pembangunan. Ia berharap proyek tersebut dapat segera diselesaikan sehingga dapat digunakan pada tahun ajaran baru mendatang.
Selain itu, Cahyo mendorong percepatan pengembangan Koperasi Merah Putih sebagai instrumen penguatan ekonomi kerakyatan berbasis kampung dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Menurutnya, peningkatan jumlah titik layanan serta percepatan realisasi program tersebut akan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat di tingkat akar rumput.
Di sektor ketahanan gizi, ia juga menyoroti pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Surabaya.
Berdasarkan kebutuhan yang ada, Kota Surabaya diperkirakan memerlukan 177 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), sementara jumlah yang telah beroperasi saat ini masih sekitar 15 persen.
"Jika kebutuhan 177 dapur SPPG dapat terpenuhi, program ini berpotensi menyerap sekitar 8.300 tenaga kerja lokal," katanya.
Selain bidang pendidikan dan ketahanan pangan, Cahyo juga mengapresiasi pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dinilai telah berjalan cukup baik meski langkah sosialisasi memerlukan penguatan.
Pewarta: Faizal FalakkiEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026