Banyuwangi (ANTARA) - Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa memberikan dukungan Geopark Ijen untuk meraih green card UNESCO Global Geopark sehingga dapat mempertahankan statusnya dalam jaringan UNESCO Global Geopark (UGG).
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengaku telah bertemu Gubernur Khofifah dan membahas soal penilaian ulang status geopark oleh UNESCO usai menghadiri Musrenbang RKPD Tahun 2027 Provinsi Jawa Timur, dan dalam pertemuan tersebut hadir pula Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid.
"Kemarin kami bersama Bupati Bondowoso bertemu langsung dengan Ibu Gubernur Jatim, dan berpesan agar menyiapkan dengan baik semua proses yang akan dijalani sebelum asesor dari UGG tinjau langsung ke Geopark Ijen," kata Bupati Ipuk di Banyuwangi, Rabu.
Menurut dia, revalidasi menjadi tahapan penting memperoleh status green card bagi Geopark Ijen, dan proses revalidasi adalah evaluasi menyeluruh yang wajib dijalani setiap empat tahun, untuk memastikan standar internasional tetap terpenuhi.
Hasil evaluasi menentukan status green card (dipertahankan), yellow card (perbaikan 2 tahun), atau red card (dicabut).
"Kami sudah melaporkan ke Gubernur progres persiapan yang sudah kami lakukan, dan gubernur berharap seluruh pemangku kepentingan memiliki pemahaman yang sama, komitmen kuat dan rencana aksi yang terpadu untuk meraih green card pada revalidasi ini," kata Ipuk.
Dia menyampaikan status green card bukan sekadar label, tapi jembatan menuju masa depan yang cerah bagi masyarakat di sekitar Geopark Ijen, yang nantinya akan berdampak positif.
Mulai dari meningkatnya kunjungan wisatawan, lebih banyak investasi, lebih banyak peluang ekonomi dan yang terpenting pelestarian alam dan budaya kawasan Geopark Ijen.
"Kami yakin dengan semangat gotong royong, dedikasi dan komitmen yang kuat dari kita semua, kami bisa menjalankan rekomendasi dari asesor UGG," kata Ipuk.
Sementara itu, Ketua Badan Pengelola Geopark Ijen Abdillah Baraas menjelaskan bahwa sejumlah rekomendasi dari UNESCO yang perlu menjadi perhatian pada pengelolaan Geopark Ijen di antaranya penguatan riset dan pemetaan geologi, penambahan panel informasi edukatif di area geopark, penguatan warisan budaya lokal, hingga keaktifan badan pengelola dalam menggelar agenda nasional dan internasional.
"Rekomendasi sudah kami jalankan, dokumen serta data yang dibutuhkan dalam proses revalidasi, sudah masuk ke UNESCO via Bappenas," ujar dia.
Revalidasi 2026 merupakan evaluasi pertama setelah penetapan resmi Geopark Ijen sebagai jaringan Geopark UNESCO, pada 2023 lalu.
Banyuwangi bersama Tim Kerja Geopark Kementerian ESDM dan Pemprov Jatim telah menggelar sejumlah agenda untuk mematangkan kesiapan revalidasi yang diperkirakan pertengahan tahun 2026.
Pewarta: Novi HusdinariyantoEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026