Banyuwangi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur menggelar Festival Taman Bumi dan menjadi wadah berbagai stakeholder untuk menguatkan kolaborasi dalam pengembangan Geopark Ijen secara berkelanjutan.
Festival Taman Bumi itu juga dihadiri Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid dan para pengelola geopark dan periset dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka membahas berbagai hal untuk memperkuat pengembangan geopark di Indonesia, terutama Geopark Ijen.
"Kami berharap festival ini bisa menjadi ruang strategis untuk membangun kemitraan jangka panjang dan menghasilkan inisiatif konkret bagi keberlanjutan pengembangan Geopark Ijen," kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani dalam sambutannya membuka Festival Taman Bumi di Pendopo Kabupaten Banyuwangi, Kamis.
Dengan pengembangan yang tepat dan berkelanjutan, ia mengharapkan pula Geopark Ijen dapat mempertahankan status sebagai geopark dunia saat pelaksanaan Revalidasi oleh UNESCO pada 2026.
Revalidasi ini, kata Ipuk, adalah momentum penting dan bukan sekadar upaya mempertahankan sebuah status, melainkan komitmen jangka panjang dalam membangun wilayah berbasis konservasi, edukasi.
"Dan yang paling penting berdampak pada meningkatnya kesejahteraan masyarakat khususnya di kawasan Geopark Ijen," katanya.
Dalam kesempatan itu, Bupati Ipuk juga memaparkan selama beberapa tahun terakhir Banyuwangi telah memberikan kontribusi dalam penguatan geopark melalui berbagai program.
Di antaranya konservasi lingkungan dan pengelolaan kawasan seperti pemulihan kawasan rawan erosi, reboisasi di bantaran sungai-sungai vulkanik, hingga kolaborasi konservasi dengan Taman Nasional Alas Purwo dan Balai Konservasi untuk melindungi satwa endemik.
Ipuk menyampaikan bahwa pemerintah daerah setempat juga rutin turun ke sekolah dan masyarakat untuk melakukan kegiatan edukasi dan literasi kebumian.
Menurut dia, Banyuwangi juga terus melakukan promosi lewat berbagai agenda daerah yang menggunakan nama "besar" Ijen, seperti balap sepeda Tour de Banyuwangi Ijen, Ijen Trail Run, dan lainnya.
"Semua upaya ini untuk memastikan masyarakat Banyuwangi merasakan manfaat langsung dari keberadaan UNESCO Global Geopark, kami ingin geopark hadir dalam kehidupan sehari-hari, menjadi sumber inspirasi pendidikan, peluang ekonomi, serta kesadaran bahwa alam harus dijaga bersama," katanya.
Ipuk menambahkan, penguatan pengembangan Geopark Ijen juga dilakukan kolaboratif bersama Pemkab Bondowoso, mengingat kawasan Geopark Ijen terletak di dua daerah tersebut.
"Kami sudah tidak bicara lagi masalah batas geografis, yang penting bagi kami bagaimana kita semua bisa menjaga kelestarian Geopark Ijen dan masyarakat mendapatkan manfaatnya dari pengelolaan yang berkelanjutan," kata Ipuk.
Festival ini juga diikuti ratusan peserta yang terdiri atas para pemangku kebijakan, badan pengelola geopark, mahasiswa, dan masyarakat dari berbagai daerah, termasuk pengelola Geopark Raja Ampat Papua. Sejumlah periset dari berbagai universitas di Indonesia yang telah melakukan riset di kawasan Geopark Ijen juga turut hadir.
Dalam festival itu, mereka mempresentasikan hasil riset yang telah dilakukan terhadap Geopark Ijen, termasuk permasalahan yang ditemukan serta saran solusi untuk permasalahan tersebut.
Festival Taman Bumi Banyuwangi perkuat pengembangan Geopark Ijen
Kamis, 11 Desember 2025 23:00 WIB
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani membuka acara Festival Taman Bumi di Pendopo Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (11/12/2025). ANTARA/HO-Pemkab Banyuwangi
