Banyuwangi (ANTARA) - Pengelola Agrowisata Tamansuruh (AWT) di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, menggelar beragam atraksi untuk menarik kunjungan wisatawan mulai 30 Mei hingga 7 Juni 2026.

Pelaksana tugas Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi, Hartono menyampaikan pengunjung bisa menikmati suasana sejuk khas pegunungan dengan latar Gunung Ijen serta pemandangan Selat Bali dari objek wisata yang berada di ketinggian 450 mdpl tersebut.

"Pada akhir pekan (Jumat-Minggu) setiap awal bulan, destinasi ini rutin menggelar agenda Senja di AWT. Pengunjung bisa menikmati suasana sore dari lereng gunung sembari berwisata kuliner dan menikmati aneka pertunjukan seni dan budaya lokal," kata Hartono di Banyuwangi, Jumat.

Untuk menambah daya tarik, lanjut Hartono, pengunjung juga disuguhi berbagai hiburan, seperti musik akustik, atraksi bela diri hingga layanan terapi pijat.

Menurut dia, sepekan agenda Senja di AWT juga akan diramaikan dengan lomba fashion on the street (pada 30 Mei) untuk pelajar tingkat TK, SD dan SMP.

"Kegiatan ini sebagai panggung bagi anak-anak muda yang tertarik pada pengembangan bakat di bidang fesyen," kata Hartono.

Sejumlah kegiatan lain juga digelar untuk meramaikan agenda tersebut, yakni di antaranya workshop batik dan lomba mewarnai (31 Mei), workshop flower frame, festival melukis, dan custom bike show (1 Juni), serta seni jaranan dan workshop smok kain (2 Juni).

Ada pula workshop makrame dan lomba layangan hias (3 Juni), Gesah Sastra-Budaya (4 Juni), pertunjukan tari gandrung (5 Juni), serta seni bela diri Pencak Sumping (6-7 Juni).

Hartono menambahkan sepekan Senja di AWT bukan sekadar hiburan, melainkan juga ruang untuk mendukung pelaku seni, UMKM, dan ekonomi kreatif agar terus berkembang.

"AWT bisa jadi alternatif destinasi untuk mengisi waktu liburan bersama keluarga, dalam sepekan ini kami siapkan paket wisata komplit, dan pengunjung bisa menikmati pertunjukan seni budaya, lomba fesyen hingga berburu kuliner tradisional," ujarnya.

 



Pewarta: Novi Husdinariyanto
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026