Banyuwangi (ANTARA) - Lembaga pendidikan Perkins International yang berpusat di Boston, Amerika Serikat, menggelar lokakarya "Perencanaan Strategis Pengembangan Anak Usia Dini yang Inklusif" di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Kegiatan lokakarya di Banyuwangi sebagai studi kasus penerapan daerah inklusif itu, diikuti puluhan peserta lintas sektor mulai pemerintah pusat, provinsi dan daerah, di antaranya Kementerian Pendidikan, Kementerian Kesehatan, Kementerian Sosial dan Komisi Nasional Disabilitas.

"Kami menilai Banyuwangi memiliki komitmen luar biasa terhadap pelayanan yang inklusif, kolaborasi antara pemerintah, masyarakat dan komunitas juga sangat solid," kata Direktur Program Perkins wilayah Asia Pasifik, Ami Tango Limketkai dalam keterangannya di Banyuwangi, Rabu.

Dia menyampaikan bahwa Banyuwangi memiliki kepemimpinan yang benar-benar berpikiran inklusif dan terbuka terhadap perubahan yang berdampak nyata bagi kehidupan keluarga dan anak-anak, khususnya penyandang disabilitas.

"Melalui kegiatan ini, kami berharap Banyuwangi dapat menjadi kabupaten percontohan di masa depan," kata Ami.

Kolaborasi Perkins International dan Pemkab Banyuwangi, lanjut dia, telah berjalan cukup lama di sektor pendidikan, dan selama ini pula telah aktif mendukung Banyuwangi melalui berbagai pelatihan bagi guru Sekolah Luar Biasa (SLB) dan orang tua anak penyandang disabilitas.

Menurut Ami, kerja sama antara Banyuwangi dan Perkins International juga melahirkan program Sekolah Model, dan sebanyak 170 guru SLB telah mendapatkan pelatihan mengenai strategi pengajaran, manajemen kelas, penanganan autis, bahasa isyarat hingga pelatihan dasar fisioterapi.

Kali ini, kata Ami, Perkins menggelar lokakarya yang melibatkan puluhan peserta nasional, dan berlangsung selama dua hari (3-4 Juni 2026).

"Kami hadirkan berbagai sektor untuk bekerja sama dengan fokus pada pendidikan anak usia dini yang inklusif, intervensi kesehatan anak usia dini, serta dukungan bagi anak-anak dan keluarga mereka. Dalam hal ini kami menjadikan Banyuwangi sebagai studi kasus praktik baiknya," kata dia.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengapresiasi kegiatan tersebut, dan bagi dia menjadi sebuah kehormatan bagi Banyuwangi dipilih sebagai tuan rumah sekaligus objek studi kasus lokakarya Perkins International.

"Kami senang Perkins menggelar kegiatan ini di Banyuwangi, dan kami mendukung serta menjadi living lab untuk kegiatan ini," katanya.



Pewarta: Novi Husdinariyanto
Uploader : Taufik
COPYRIGHT © ANTARA 2026