Lamongan (ANTARA) - Asosiasi Presisi mengecam pernyataan Saiful Mujani yang dinilai menebar narasi makar terhadap Presiden Prabowo Subianto di tengah konflik geopolitik global dan tantangan ekonomi serta keamanan siber.

Ketua Umum Asosiasi Presisi Mohammad Anas RA menyatakan pernyataan tersebut berpotensi mengganggu stabilitas politik nasional di saat pemerintah berupaya memperkuat persatuan.

“Pernyataan tersebut sangat berbahaya terhadap stabilitas politik di tengah upaya pemerintah membangun persatuan nasional,” katanya dalam keterangan resmi yang diterima di Lamongan, Jawa Timur, Senin.

Ia menjelaskan, sebagai akademisi dan peneliti politik, Saiful Mujani seharusnya menyampaikan pandangan berbasis data serta mengedukasi publik, bukan pernyataan yang dinilai tendensius dan menyerang pribadi.

Menurut dia, narasi yang disampaikan Saiful Mujani, termasuk penyebutan langsung nama Prabowo Subianto dalam konteks konsolidasi menjatuhkan, dinilai tidak mencerminkan etika akademik maupun praktik politik yang sehat.

Asosiasi Presisi juga menilai pernyataan tersebut muncul di tengah situasi global yang diwarnai konflik bersenjata, persaingan ekonomi, serta ancaman kenaikan harga kebutuhan pokok dan energi yang berpotensi berdampak pada masyarakat.

Ia menambahkan, pihaknya mendukung kritik terhadap pemerintah sepanjang disampaikan secara konstruktif dan disertai solusi, namun mengingatkan bahwa kritik berbeda dengan hasutan yang dapat memicu instabilitas.

Sebagai informasi Asosiasi Presisi merupakan perkumpulan penyelenggara riset persepsi publik di Indonesia yang beranggotakan 32 lembaga survei, diantaranya terdapat sejumlah nama seperti Poltracking Indonesia, Parameter Politik Indonesia, FIXPOLL, Trust Indonesia, Voxpol Center dan Pusat kajian pemilu indonesia (Puskapi). 



Pewarta: Alimun Khakim
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026