Banyuwangi, Jatim (ANTARA) - Anggota Komisi VII DPR Bambang Haryo Soekartono meminta PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menambah dermaga baru di lintasan Ketapang-Gilimanuk guna meningkatkan kapasitas angkut di salah satu rute tersibuk tersebut.

"Ini perlu diperhatikan dan harus jadi prioritas untuk segera membangun dua pasang dermaga masing-masing di Pelabuhan Ketapang maupun Pelabuhan Gilimanuk," katanya saat melakukan pengawasan arus mudik Lebaran 2026 di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, Senin.

Dalam kesempatan itu, dia juga menyampaikan bahwa kurangnya jumlah dermaga baik di sisi Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jatim, dan Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali, menjadi penyebab terjadinya antrean panjang pemudik di Pelabuhan Gilimanuk pada Lebaran sekarang ini.

Penghambat mobilitas masyarakat pada momen arus mudik Lebaran 2026, lanjut Bambang, karena puluhan kapal yang ada tidak bisa beroperasi secara maksimal.

Bahkan, anggota dewan dari Fraksi Partai Gerindra itu menyebut kapal feri yang beroperasi di lintasan Ketapang-Gilimanuk melebihi kapasitas (overload).

"Dalam satu dermaga itu sebenarnya diisi untuk empat kapal bergantian, sedangkan kapal feri yang belum mendapatkan dermaga masih ada 50 persen lagi," kata Bambang.

Oleh karena itu, dia mendorong pemerintah untuk segera menambah dermaga di lintasan Ketapang-Gilimanuk, baik menggunakan skema penyertaan modal negara atau PMN yang diberikan kepada ASDP atau dana APBN.

"Nanti, kami suarakan di paripurna (DPR), jangan sampai penyeberangan Ketapang-Gilimanuk yang merupakan lintasan ikon pariwisata dunia, karena Bali merupakan pariwisata dunia, akhirnya wisatawan tidak mau datang lagi," kata dia.

Data diperoleh, di lintasan Ketapang-Gilimanuk terdapat 17 dermaga aktif, terdiri atas 9 dermaga di Pelabuhan Ketapang berupa 4 jenis MB, 3 LCM, 1 ponton, 1 bulusan, dan 8 dermaga di Pelabuhan Gilimanuk yakni 4 MB dan 4 LCM.

Selama arus mudik Lebaran, dermaga LCM difokuskan melayani kendaraan logistik guna menjaga kelancaran distribusi barang sekaligus memisahkan arus kendaraan besar dengan kendaraan penumpang.



Pewarta: Novi Husdinariyanto
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026