Sidoarjo, Jawa Timur (ANTARA) - Bupati Sidoarjo, Subandi, mengimbau masyarakat dan seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo untuk berhati-hati dan lebih waspada terhadap modus penipuan yang mencatut namanya.
"Kami mengimbau seluruh masyarakat Sidoarjo untuk tidak mudah percaya jika ada telepon maupun pesan WhatsApp yang mengatasnamakan Bupati Sidoarjo yang berisi modus meminta transfer uang dengan alasan biaya administrasi, bantuan atau lainnya. Saya tegaskan hal tersebut bukan dari saya," kata Subandi dalam keterangannya di Sidoarjo, Selasa.
Menurutnya, modus penipuan tersebut dilakukan dengan mencatut nama dan foto profil dirinya untuk meminta sejumlah uang melalui aplikasi pesan singkat WhatsApp maupun telepon dengan korban yang beragam mulai dari pejabat daerah hingga masyarakat Sidoarjo.
Ia menjelaskan bahwa para pelaku biasanya melancarkan aksi dengan menjanjikan bantuan dari pemerintah, dengan tujuan utama meminta korban untuk mentransfer sejumlah uang ke nomor rekening yang bukan miliknya maupun milik pemerintah daerah (pemda) setempat.
Subandi menekankan bahwa mekanisme pemberian bantuan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo selalu dilaksanakan melalui prosedur resmi.
"Kalau ada bantuan pemerintah, itu pasti menggunakan mekanisme resmi. Tidak ada bantuan yang diberikan tanpa prosedur jelas, apalagi sampai meminta uang kepada masyarakat," kata Subandi.
Ia memperingatkan bahwa aksi penipuan semacam ini cenderung meningkat mengingat Hari Raya Idul Fitri 1447 H sudah semakin dekat.
Ia berharap masyarakat lebih teliti dan tidak ragu untuk melakukan konfirmasi melalui jalur resmi jika menerima pesan mencurigakan yang mengatasnamakan dirinya maupun pejabat lain di wilayah pemda setempat.
Pewarta: Fahmi AlfianEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026