Surabaya (ANTARA) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) memastikan operasional Dermaga Jamrud Selatan Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur kembali berjalan normal satu hari setelah insiden kapal Pacific 88 saat proses bongkar muat.
Branch Manager Terminal Jamrud Nilam Mirah Muh Junaedhy mengatakan pemulihan operasional dilakukan setelah proses evakuasi korban bersama Basarnas dan Ditpolairud, sekaligus dilanjutkan dengan evakuasi kontainer pascainsiden.
"Pelindo melakukan pembersihan barang-barang yang tercecer di area dermaga sebagai bagian dari pemulihan kondisi operasional serta menjaga penerapan standar keselamatan dan kesehatan kerja di wilayah pelabuhan," kata Junaedhy dalam keterangannya di Surabaya, Rabu.
Ia menjelaskan, Pelindo juga mengerahkan peralatan pencarian berupa pemindaian sonar untuk memastikan tidak ada peti kemas yang tertinggal di perairan.
Hal tersebut dilakukan, kata dia, agar tidak ada yang berpotensi mengganggu alur pelayaran, seiring aktivitas kepelabuhanan yang kembali berangsur normal.
“Saat ini kegiatan operasional di area Dermaga Jamrud Selatan telah kembali berjalan dengan lancar dan kondusif, serta terus dipantau secara intensif untuk memastikan pelabuhan tetap aman, tertib, dan terkendali,” ucapnya.
Selain itu, lanjutnya, Pelindo menyampaikan duka cita mendalam kepada korban insiden yang menyebabkan kapal miring dan sejumlah peti kemas jatuh ke laut tersebut.
Tak hanya itu, Pelindo juga menjamin pemenuhan hak-hak korban sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
"Insiden kapal Pacific 88 saat ini masih dalam proses investigasi oleh pihak berwenang dan instansi terkait guna mengetahui penyebab kejadian secara menyeluruh," ujarnya.
Sementara itu, Pelaksana Harian KSOP Tanjung Perakb Arizal Hendriawan menyampaikan pihaknya turut mengawal seluruh tahapan penanganan insiden sesuai ketentuan keselamatan yang berlaku, mulai dari pengamanan area hingga normalisasi alur pelayaran.
Pihaknya memastikan penanganan pascainsiden kapal Pacific 88 telah dilakukan secara cepat dan terkoordinasi dengan mengedepankan aspek keselamatan pelayaran serta kelancaran operasional pelabuhan.
“KSOP bersama Pelindo dan unsur terkait memastikan seluruh proses penanganan dilakukan sesuai prosedur,” kata Arizal.
