Lamongan (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Lamongan meningkatkan produksi ikan lele melalui program bantuan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk mendukung ketersediaan pangan bergizi sekaligus menopang Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengatakan peningkatan produksi perikanan air tawar menjadi salah satu langkah strategis pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan pangan.
“Program bantuan budidaya lele ini kami optimalkan agar produksi ikan di Lamongan terus meningkat. Hasilnya nanti dapat mendukung kebutuhan pangan bergizi bagi masyarakat, termasuk untuk menyuplai Program MBG,” katanya di Lamongan, Jawa Timur, Selasa.
Ia menjelaskan bantuan dari KKP tersebut berupa tiga paket sarana budidaya lele. Setiap paket terdiri atas delapan kolam terpal yang dilengkapi benih sebanyak 2.500 ekor per kolam.
Program tersebut tersebar di empat desa, yakni Desa Kebonsari, Kecamatan Sukodadi, Desa Pangkatrejo, Kecamatan Sugio, Desa Tambakploso, Kecamatan Turi, dan Desa Latukan, Kecamatan Karanggeneng.
“Dengan adanya bantuan ini, kami berharap muncul sentra-sentra produksi lele baru. Tidak hanya meningkatkan ekonomi warga, tetapi juga memperkuat kemandirian pangan berbasis sumber daya lokal,” jelasnya.
Yuhronur menambahkan sektor perikanan memiliki peran penting dalam penyediaan sumber protein hewani yang terjangkau bagi masyarakat. Karena itu, Pemkab Lamongan terus mendorong kelompok pembudidaya agar mampu meningkatkan produktivitas secara berkelanjutan.
Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Lamongan Yuli Wahyuono mengatakan bantuan tersebut tidak hanya berupa kolam dan benih, tetapi juga disertai pendampingan teknis kepada kelompok penerima manfaat.
“Kami melakukan pembinaan mulai dari manajemen pakan, pengelolaan kualitas air, hingga teknik pemeliharaan yang baik. Tujuannya agar hasil panen bisa maksimal dan berkesinambungan,” katanya.
Ia menambahkan bahwa produksi lele dari program tersebut nantinya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal, termasuk mendukung suplai bahan pangan bagi pelaksanaan Program MBG di wilayah Lamongan.
“Jika produksi lele meningkat, kebutuhan protein masyarakat bisa dipenuhi dari dalam daerah sendiri. Ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan dan gizi masyarakat,” tambahnya.
Melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat pembudidaya, Pemkab Lamongan optimistis program peningkatan produksi lele tersebut dapat memberi dampak nyata terhadap perekonomian warga sekaligus mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis.
