Surabaya (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur menyebutkan sebanyak 25.019 wisatawan mancanegara (wisman) mengunjungi provinsi setempat pada Desember 2025 melalui Bandara Juanda atau naik 15,67 persen dibandingkan November yang sebanyak 21.629 kunjungan.
Dibandingkan dengan bulan yang sama 2024, jumlah wisman yang datang ke Jatim mengalami peningkatan sebesar 29,87 persen atau 5.754 kunjungan dengan jumlah wisman pada Desember 2024 sebanyak 19.265 kunjungan.
“Diharapkan jumlah kunjungan wisman ke Jawa Timur pada bulan-bulan berikutnya terus mengalami peningkatan,” kata Statistisi Ahli Madya BPS Jatim Ike Rahayu Sri di Surabaya, Senin.
Jumlah kunjungan wisman terbesar merupakan warga negara berkebangsaan Malaysia sebanyak 7.342 kunjungan dengan kontribusi sebesar 29,35 persen terhadap total wisman yang masuk melalui pintu Juanda.
Disusul dari warga negara asal Tiongkok sebanyak 5.707 kunjungan, serta wisman Singapura sebanyak 3.501 kunjungan.
Secara keseluruhan, Ike menyatakan jumlah kunjungan wisman ke Jawa Timur pada 2025 mencapai 329.945 kunjungan yang lebih tinggi dibandingkan 2024 yaitu sebanyak 322.045 kunjungan atau naik 2,45 persen.
Sementara untuk jumlah perjalanan wisatawan nusantara baik masuk maupun keluar Jawa Timur selama 2025 mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Jumlah perjalanan wisnus tujuan Jawa Timur mencapai 217,20 juta perjalanan sedangkan perjalanan wisatawan nusantara asal Jawa Timur mencapai 203,90 juta perjalanan.
Berdasarkan provinsi asal, jumlah perjalanan wisnus dari Jatim pada Desember 2025 tercatat 18,65 juta perjalanan atau naik 18,62 persen (mtm) dengan Surabaya menjadi daerah asal perjalanan wisata angka tertinggi yaitu 2,87 juta atau 15,41 persen dari total perjalanan wisnus dari Jatim.
Selanjutnya untuk Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang di Jatim pada Desember 2025 tercatat 56,32 persen atau naik 3,5 poin dibandingkan November 2025 yang tercatat 52,82 persen.
Sedangkan TPK hotel non bintang bulan Desember 2025 sebesar 25,57 persen atau naik 3,51 poin dibandingkan TPK November 2025 yang sebesar 22,06 persen.
Terdapat tiga Kabupaten/Kota dengan TPK hotel bintang tertinggi yaitu Kota Malang, Kabupaten Gresik dan Kabupaten Sidoarjo yang masing-masing sebesar 68,27 persen; 67,07 persen; serta 65,14 persen.
Sedangkan di posisi sebaliknya yakni Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Probolinggo dan Kabupaten Jombang menjadi tiga kabupaten dengan nilai TPK hotel bintang terendah di Jatim pada Desember 2025 yaitu 17,84 persen; 20,22 persen; dan 32,26 persen.
Ike menuturkan TPK hotel yang tinggi di suatu Kabupaten/Kota dipengaruhi oleh beberapa faktor utama antara lain letak strategis hotel yang dekat dengan pusat bisnis, destinasi wisata, atau fasilitas transportasi seperti bandara dan stasiun.
Selain itu, kualitas pelayanan yang baik, fasilitas lengkap, serta harga yang kompetitif juga menjadi daya tarik bagi tamu sekaligus adanya kegiatan berskala besar seperti konferensi, festival, atau musim liburan.
