Surabaya (ANTARA) - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Bambang Haryo Soekartono mendukung penguatan komitmen untuk menjaga perdamaian dan kebersamaan antarperguruan silat guna menjaga kondusivitas serta persatuan, khususnya di Jawa Timur.
“Deklarasi damai ini sangat perlu dieksplorasi dan digelar agar semua perguruan bisa guyub, bersatu, dan tidak saling menyinggung satu sama lain. Kita ini satu kebersatuan,” ujar Bambang saat membuka Musyawarah Provinsi (Musprov) VI Perguruan Silat Nasional Ampuh Sehat Aman Damai (Persinas ASAD) Jawa Timur di Surabaya, Sabtu.
Ketua Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) Jawa Timur itu menilai deklarasi damai antarperguruan silat merupakan langkah penting agar seluruh perguruan dapat hidup berdampingan secara harmonis tanpa konflik.
“Di Jawa Timur ada sembilan perguruan yang sudah tergabung dalam IPSI. Ini harus bisa bersatu. Tidak ada satu perguruan pun yang menginginkan pesilatnya saling gontok-gontokan,” katanya.
Bambang menegaskan, apabila terjadi konflik antarindividu pesilat, hal tersebut merupakan tindakan oknum dan tidak mencerminkan nilai maupun ajaran perguruan silat.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga berharap Musprov VI Persinas ASAD Jawa Timur mampu melahirkan program-program strategis yang memperkuat pembinaan organisasi ke depan.
Menurut Bambang, Persinas ASAD Jawa Timur telah mencatatkan berbagai prestasi membanggakan, dan mengapresiasi jajaran pengurus periode sebelumnya atas dedikasi dan kontribusi dalam pengembangan organisasi dan prestasi atlet.
Sementara itu, Ketua Pengprov Persinas ASAD Jawa Timur Dedid Hapyanto mengatakan perbedaan aliran dan tradisi dalam pencak silat merupakan kekayaan yang harus dijaga dan saling dihormati.
Ia menyebutkan Persinas ASAD Jawa Timur saat ini telah berkembang dan hadir di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur.
Seiring perkembangan zaman, lanjut Dedid, Persinas ASAD Jawa Timur secara bertahap mengelola manajemen organisasi berbasis teknologi digital, termasuk pemanfaatan Internet of Things (IoT) dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam pengukuran prestasi, evaluasi teknik, serta pemantauan performa pesilat.
“Seluruh data dikelola melalui sistem manajemen berbasis web dalam ASAT Information System yang telah diterapkan secara nasional. Persinas ASAD Jawa Timur menjadi bagian dari sistem tersebut, dengan tradisi sebagai pondasi dan teknologi sebagai kebijakan,” katanya.
Menurut Dedid, langkah tersebut dilakukan untuk menyiapkan pesilat masa depan yang tangguh, berkarakter luhur, dan siap menghadapi perubahan zaman, sekaligus berkontribusi pada prestasi pencak silat Jawa Timur di tingkat nasional maupun internasional.
