Kediri (ANTARA) - Ahli Spine Center Rumah Sakit National Hospital Surabaya, Jawa Timur, mengimbau masyarakat untuk berhati-hati saat hendak melakukan pijat tulang belakang karena merupakan organ yang sangat vital.
"Tulang belakang ini adalah organ yang cukup vital dan cukup sensitif," katanya saat memberikan edukasi di Kediri, Jumat.
Menurut dia, terkait dengan masalah dengan tulang belakang seharusnya ditangani oleh orang yang memang memiliki pengetahuan memadai di bidangnya. Sebab, jika sampai salah atau terlalu keras dalam penanganan masalah akibatnya bisa membahayakan.
Di dalam tulang belakang banyak saraf-saraf penting yang mengontrol fungsi anggota tubuh misalnya tangan, kaki, fungsi perasa, motorik termasuk fungsi untuk buang air kecil, buang air besar.
Menurut dia, banyak faktor yang menyebabkan masalah nyeri punggung di antaranya adalah masalah kebiasaan terutama terkait postur yakni bagaimana posisi saat bekerja, termasuk faktor obesitas atau kelebihan berat badan.
Selain itu, juga tidur dengan bantal dan kasur yang salah atau tidak menyokong lekuk alami tulang belakang juga bisa menimbulkan masalah pada tulang belakang.
Kemudian, kurangnya nutrisi di tubuh juga bisa berpengaruh yang dipicu konsumsi makanan tidak sehat, merokok, hingga konsumsi alkohol yang bisa berpengaruh pada aliran darah ke tulang belakang.
Seseorang yang merasa nyeri pada tulang belakang hingga menjalar ke kaki terutama di bawah lutut juga harus ke dokter untuk memeriksakan diri, termasuk nyeri hebat yang tidak membaik dengan istirahat.
Dokter, kata dia, melakukan pemeriksaan atas keluhan pasien. Solusi bisa diberikan oleh dokter baik secara preventif seperti menjaga postur tubuh, menjaga berat badan, olahraga teratur, maupun kuratif.
"Untuk paling bagus yang zero impact berenang. Terus kemudian yang low impact jalan baik jalan cepat dan sebagainya," kata dia.
Ia juga menyarankan pentingnya latihan yang untuk melatih kelenturan tubuh seperti senam, yoga, pilates dan sebagainya.
Ia menjelaskan, saat ini ilmu pengobatan makin berkembang, bahkan ada terobosan baru dalam penanganan masalah tulang belakang lewat operasi yang dilakukan dengan teknik mutakhir, modern dan terkini dan pendekatan minimal invasif.
Pasien, kata dia, tidak perlu menjalani masa pemulihan panjang, bahkan, sebagian pasien sudah bisa pulang dua hari setelah operasi dan kembali beraktivitas secara bertahap.
