Surabaya (ANTARA) - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa membuka peluang kolaborasi global dengan Universiti Malaya, Malaysia guna memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM) berdaya saing internasional di Jawa Timur.
“Saya berharap kunjungan ini dapat memberikan pengalaman yang berkesan, memperluas wawasan, serta menjadi awal dari kerja sama yang semakin erat, produktif, dan berkesinambungan antara Jawa Timur dan Malaysia,” ujarnya saat menerima delegasi Universiti Malaya dalam rangka Lawatan Kunjung Hormat Universiti Malaya Program Outbound Malang Intellectual Journey di Gedung Negara Grahadi, seperti keterangan diterima di Surabaya, Rabu.
Menurut dia, kolaborasi lintas negara melalui dunia pendidikan merupakan strategi penting dalam menyiapkan SDM unggul yang adaptif terhadap perubahan global.
“Pemprov Jatim menyambut hangat kedatangan rombongan mahasiswa dan dosen Universiti Malaya. Semoga silaturahim ini bisa kita teruskan dalam format lainnya, bisa melalui format dakwah, format di bidang ekonomi, format di bidang pendidikan, format di bidang budaya dan seterusnya,” ujarnya.
Khofifah menilai program kunjungan akademik internasional mampu memperluas jejaring sekaligus membangun perspektif global generasi muda.
“Program ini tidak hanya memperkuat jejaring antarmahasiswa dan perguruan tinggi, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran lintas budaya serta pertukaran perspektif global,” katanya.
Dalam pertemuan tersebut, Khofifah juga memaparkan potensi strategis Jawa Timur sebagai daerah dengan basis SDM kuat dan struktur ekonomi yang kompetitif.
Dengan proporsi penduduk hampir 15 persen dari total penduduk Indonesia dan didominasi usia produktif, Jawa Timur dinilai memiliki modal demografis besar untuk pembangunan jangka panjang.
“Jawa Timur memiliki potensi besar sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional. Potensi tersebut ditopang oleh letak geografis yang strategis, infrastruktur yang semakin terkoneksi, serta ekosistem industri dan logistik yang terus berkembang,” katanya.
Secara ekonomi, Jawa Timur mencatat pertumbuhan positif 5,22 persen (year on year/yoy) pada Triwulan III-2025, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional sebesar 5,04 persen.
Provinsi ini juga menjadi penyumbang ekonomi terbesar kedua di Pulau Jawa dengan kontribusi 25,65 persen serta menyumbang 14,54 persen terhadap perekonomian nasional.
Selain aspek ekonomi dan SDM, Khofifah juga menegaskan pentingnya nilai moderasi beragama sebagai fondasi sosial dalam pembangunan berkelanjutan.
“Lima dari sembilan Wali yang mengajarkan Islam moderasi ini ada di Jawa Timur, Sunan Ampel, Sunan Giri, Maulana Malik Ibrahim, Sunan Drajat dan Sunan Bonang,” tuturnya.
Ia menilai kesamaan kultur dan kedekatan historis antara Indonesia dan Malaysia menjadi modal sosial penting dalam memperkuat kolaborasi antarkedua bangsa.
Sementara itu, Pensyarah Kanan Jabatan Usuluddin dan Dakwah Universiti Malaya Dr. Muhammad Hazim bin Mohd Azhar mengapresiasi sambutan Pemerintah Provinsi Jawa Timur serta paparan Gubernur Khofifah.
“Saya selaku wakil daripada Universiti Malaya sangat menghargai dan berterima kasih, sangat-sangat hargai kepada ibu Gubernur semoga Allah SWT akan angkat derajat beliau. Saya kira ibu Gubernur itu sebagai satu nikmat yang Allah berikan kepada penduduk atau rakyat Jawa Timur,” katanya.
