Jember, Jawa Timur (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember, Jawa Timur meresmikan Posko Relawan Siaga Bencana untuk menghadapi cuaca ekstrem dan mempercepat penanganan ketika terjadi bencana sewaktu-waktu di wilayah setempat.
"Posko tersebut adalah rumah singgah bagi para relawan agar bisa tetap bersama dalam visi dan misi kemanusiaan," kata Kepala BPBD Jember Edi Budi Susilo dalam keterangannya di Jember, Sabtu.
Menurutnya, posko tersebut bisa digunakan para relawan sebagai rumah singgah kapan saja, karena dibuka selama 24 jam, sehingga dengan adanya rumah singgah tersebut diharapkan agar para sukarelawan dari berbagai sudut kota bisa memanfaatkan posko itu.
"Di Posko Relawan Siaga Bencana, mereka sewaktu-waktu bisa melaporkan dan konsolidasi. Bagi yang membutuhkan sarana dan prasarana bisa dilakukan selama 24 jam bersama Tim Reaksi Cepat (TRC), sehingga penanganan bencana bisa lebih cepat dan efektif," tuturnya.
Menurutnya, pihak BPBD bersama Relawan Penanggulangan Bencana (Relawan-PB) se-Kabupaten Jember telah melakukan silaturahim pada Jumat (23/1) bertempat di Kantor BPBD Kabupaten Jember yang dihadiri 139 peserta yang berasal dari 53 komunitas relawan penanggulangan bencana di kabupaten setempat.
"Kegiatan itu dilakukan untuk meneguhkan tekad dan semangat bersama-sama mengurangi risiko bencana di Jember dengan harapan agar deteksi dini, lapor cepat, penanganan cepat untuk penyelamatan jiwa dan penyelamatan harta benda korban bencana," katanya.
BMKG Juanda mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem yang diprakirakan terjadi hingga 30 Januari 2026 di Jawa Timur dan kondisi itu berpotensi memicu berbagai bencana hidrometeorologi yang dapat mengganggu aktivitas dan membahayakan keselamatan warga.
Cuaca ekstrem yang diprakirakan meliputi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang, sehingga berpotensi terjadi bencana banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, hingga hujan es, terutama di wilayah rawan bencana.
Sejumlah daerah di Jawa Timur masuk dalam daftar wilayah waspada yang meliputi Kabupaten Banyuwangi, Bondowoso, Jember, Malang Raya, Kediri Raya, hingga Pacitan, termasuk kawasan pesisir, dataran rendah, serta daerah perbukitan, dan pegunungan.
