Jember, Jawa Timur (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember, Jawa Timur bersama sejumlah pihak berusaha menangani batu ukuran besar yang longsor hingga menutup akses jalan antar-dusun di Desa Sukoreno.
"Hari ini akses jalan masih belum bisa dilewati oleh kendaraan roda empat dan proses pemecahan batu masih berlangsung secara manual," kata Kepala BPBD Jember Edi Budi Susilo dikonfirmasi melalui telepon di Jember, Rabu.
Hujan deras yang mengguyur Kecamatan Kalisat menyebabkan ketidakstabilan struktur tanah pada tebing di jalan Desa Sukoreno, Kecamatan Kalisat sehingga material longsor berupa tanah serta batuan besar setinggi 5 meter, panjang 2 meter, dan lebar 1,2 meter menutupi sebagian besar badan jalan desa tersebut.
Longsor di kawasan itu terjadi pada Jumat (16/1) dan material longsoran berupa tanah sudah ditangani, sedangkan material berupa batu cukup besar itu mulai ditangani melalui proses pemecahan dengan alat manual pada Selasa (20/1).
"Tidak ada korban dalam kejadian itu," katanya.
Material longsoran berupa tanah dan batuan besar menutup separuh badan jalan desa sehingga mengganggu akses transportasi dan aktivitas warga karena jalan desa tidak dapat dilalui secara normal oleh kendaraan roda empat.
Ia menjelaskan penanganan batu tersebut tidak bisa dilakukan secara langsung sehingga harus dipecah menjadi lebih kecil agar mudah dievakuasi dengan alat berat.
"Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk mendatangkan alat berat, namun alat berat tersebut digunakan setelah batu besar itu dipecah menjadi bagian yang lebih kecil agar mudah dipindahkan," katanya.
Pihaknya sudah memasang garis polisi agar tidak ada masyarakat mendekat ke tempat itu, sedangkan estimasi waktu pemecahan batu besar tersebut lima hari dengan menggunakan alat manual.
Pihak BPBD Jember terus memantau kondisi cuaca dan stabilitas tebing untuk mengantisipasi potensi longsor susulan, sehingga warga yang tinggal di daerah perbukitan atau sering melintasi jalur di sekitar tebing diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan deras.
"Kami mengimbau kepada masyarakat agar mewaspadai dan berhati-hati terhadap cuaca ekstrem yang dapat menyebabkan banjir, tanah longsor dan angin puting beliung," ujarnya.
