Surabaya (ANTARA) - Sebuah tower BTS (Base Transceiver Station) setinggi sekitar 15 meter roboh dan menggantung di atap gedung sekolah perhotelan diduga akibat angin kencang yang terjadi di kawasan Jalan Joyoboyo, Wonokromo, Surabaya, pada Jumat (23/1) siang.
Pantauan ANTARA di lokasi hingga pukul 17:00 WIB, tim rescue Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya masih berupaya mengevakuasi tower tersebut dengan dibantu kendaraan Bronto Skylift 55.
Petugas juga memasang garis batas steril untuk menutup Jalan Joyoboyo guna mengantisipasi potensi bahaya lanjutan dari struktur tower yang masih menggantung.
Sementara itu, petugas dari Kepolisian Sektor (Polsek) Wonokromo melakukan pengalihan arus lalu lintas dari Jalan Joyoboyo ke Jalan Gunungsari, selama proses evakuasi berlangsung.
Menurut keterangan pengelola Surabaya Hotel School (SHS), Vitara Yuda (53), tower yang terletak di lantai lima gedung tersebut pada pukul 12:30 WIB diduga roboh akibat terpaan angin kencang.
"Tadi habis sholat Jumat tiba-tiba secara perlahan roboh tapi masih menggantung," katanya.
Meskipun tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, kata dia, material tiang menimpa kanopi gedung dan satu unit mobil yang terparkir di bawahnya.
Dampak lainnya, lanjutnya, pada pembelajaran siswa, yang terpaksa dipulangkan lebih awal untuk keamanan.
"Harapan kami Senin sudah selesai evakuasinya, jadi pembelajaran bisa aktif kembali normal," ucapnya.
