Surabaya (ANTARA) - Mahasiswa Universitas Surabaya menciptakan boneka edukasi seksual interaktif bernama Sentasi untuk anak usia dini sebagai media pembelajaran pencegahan kekerasan seksual melalui sensor sentuh dan respons suara dalam kegiatan sosialisasi di Sanggar Kreativitas Ubaya, Surabaya, Rabu.
Boneka edukasi tersebut diciptakan oleh Amelia Margaretha Suprapto, mahasiswa Program Studi Desain dan Manajemen Produk, Fakultas Industri Kreatif, Ubaya.
"Sentasi merupakan akronim dari Sentuhan Aman dan Tidak Aman Edukasi Dini," kata Amel, sapaan Amelia.
Sentasi hadir dalam dua karakter, yakni boneka anak laki-laki bernama Luca dan boneka anak perempuan bernama Luna.
Boneka dirancang sebagai media pembelajaran bagi anak usia tiga hingga enam tahun dan dilengkapi sensor sentuh pada area terlarang, yaitu wajah, dada, alat kelamin, dan pantat, yang akan memicu suara peringatan “Jangan sentuh!” ketika disentuh.
"Edukasi seksual justru sangat penting diberikan sejak usia dini sebagai upaya pencegahan dan perlindungan anak. Oleh sebab itu, saya menciptakan boneka ini sebagai media untuk memudahkan penyampaian edukasi seksual dari orang dewasa, khususnya guru kepada anak usia dini,” kata Amel.
Amel menjelaskan bentuk boneka manusia dipilih agar dapat merepresentasikan bagian tubuh secara sederhana dan menyenangkan.
Selain sensor sentuh, boneka dilengkapi pakaian lepas-pasang serta tiga ekspresi wajah magnetik senang, sedih, dan marah untuk membantu anak mengenali emosi.
Produk tersebut juga disertai buku panduan guru yang memuat petunjuk penggunaan, materi edukasi seksual, serta contoh skenario bermain peran.
Proses penciptaan Sentasi memakan waktu sekitar satu tahun, diawali studi pustaka dan visual, wawancara dengan orang tua, psikolog anak, serta guru taman kanak-kanak, hingga pembuatan prototipe dan evaluasi.
Inovasi itu dilatarbelakangi data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia yang menunjukkan anak-anak menjadi kelompok korban terbanyak dalam kasus kekerasan seksual secara nasional, sementara edukasi seksual masih dianggap tabu di sebagian masyarakat.
“Edukasi menggunakan Boneka Sentasi ini menjadikan anak punya pengetahuan untuk memproteksi dirinya sejak dini. Dengan begitu, kasus kekerasan seksual di Indonesia dapat dicegah dan dikurangi,” ujar alumni SMAK Petra 5 Surabaya tersebut.
Salah satu orang tua peserta, Bunga Lia, menyambut positif inovasi itu.
“Pendidikan seksual sejak dini memang sangat penting diberikan kepada anak-anak, apalagi di zaman sekarang. Lebih menarik lagi karena dilakukan sambil bermain, jadi anak kecil memahaminya lebih mudah,” ucapnya.
