Ponorogo, Jawa Timur (ANTARA) - Pelaksana Tugas Bupati Ponorogo Lisdyarita bersama anggota DPRD Jawa Timur, Selasa, meninjau jalan penghubung Desa Wagir Lor, Kecamatan Ngebel dan Desa Wates, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo yang rusak parah dan nyaris putus total akibat longsor.

Pelaksana Tugas Bupati Lisdyarita mengatakan pemerintah kabupaten sedang mengupayakan dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk pembangunan ulang jembatan penghubung kedua desa tersebut melalui skema dana bantuan tidak terduga (BTT).

"Pemkab Ponorogo bersama DPRD provinsi akan membahas pembangunan ulang jembatan melalui dana BTT," katanya setelah peninjauan itu, di Ponorogo, Selasa.

Sembari menunggu proses penganggaran di tingkat provinsi, kata dia, pemerintah daerah akan membangun jembatan darurat yang lebih aman agar tetap dapat dilalui masyarakat.

"Sambil menunggu proses dari provinsi, kami akan membuat jembatan darurat yang lebih aman agar aktivitas warga tidak terganggu," ujarnya.

Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur Miseri Effendi mengatakan pihaknya meminta Pemkab Ponorogo segera menyusun detail engineering design (DED) sebagai syarat pengajuan pembangunan jembatan ke Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

"Maksimal tiga minggu DED harus sudah selesai agar bisa segera diajukan ke Ibu Gubernur dan dibahas lebih lanjut," katanya.

Ia menyebut estimasi anggaran pembangunan jembatan tersebut diperkirakan Rp4 miliar.

Ia optimistis usulan tersebut dapat direalisasikan apabila seluruh persyaratan teknis telah dipenuhi.

"Kami usulkan sekitar Rp4 miliar. Jika disetujui, paling lambat pertengahan tahun ini bisa mulai dikerjakan dan ditargetkan selesai pada 2026," ujarnya.

Jalan tersebut satu-satunya akses penghubung antara Desa Wagir Lor dan Wates.

Jika jalur itu terputus, warga harus memutar hingga sekitar 20 kilometer untuk menuju pusat kota, termasuk bagi pelajar yang hendak berangkat sekolah.

Salah satu warga Desa Wagir Lor, Gunarto, mengatakan jembatan tersebut sempat diperbaiki secara darurat setelah longsor pada 2023, namun kembali rusak akibat longsor susulan.

"Kondisinya sekarang hampir putus. Warga akhirnya berinisiatif memperbaiki sendiri semampunya agar masih bisa dilewati," katanya.



Pewarta: Destyan H. Sujarwoko
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026