Demokrasi Indonesia harus berdiri di atas nilai-nilai luhur bangsa
Surabaya (ANTARA) - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur, Cahyo Harjo Prakoso, menegaskan bahwa demokrasi tidak hanya dimaknai sebagai mekanisme pemilihan umum, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam mendukung suksesi pembangunan negara melalui partisipasi aktif masyarakat.
“Demokrasi adalah instrumen penting dari suksesi pembangunan negara. Demokrasi bukan hanya soal pemilu, tetapi ruang yang diberikan konstitusi kepada masyarakat untuk berpartisipasi dalam membangun bangsa,” kata Cahyo di Surabaya, Jumat.
Pernyataan tersebut disampaikan Cahyo saat menjadi narasumber dalam seminar kajian strategis bertema “Demokrasi: Sebuah Topeng Kekuasaan dan Membaca Strategi Kita sebagai Negara Besar” yang diselenggarakan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Hang Tuah Surabaya.
Ia mengapresiasi penyelenggaraan forum akademik tersebut karena dinilai menjadi wadah bagi mahasiswa untuk berdialektika, mengembangkan pemikiran kritis, serta menyumbangkan gagasan sebagai aktor intelektual muda dalam pembangunan nasional.
Menurut dia, kampus memiliki peran strategis tidak hanya sebagai pusat pendidikan, tetapi juga sebagai ruang lahirnya ide dan gagasan yang mampu memberikan kontribusi bagi kemajuan bangsa.
Cahyo mengajak mahasiswa untuk memahami esensi demokrasi Indonesia yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila. Ia menegaskan demokrasi Pancasila harus dijalankan dengan menjunjung tinggi tanggung jawab, musyawarah, persatuan, serta orientasi pada keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
“Demokrasi Indonesia harus berdiri di atas nilai-nilai luhur bangsa. Kebebasan yang diberikan harus tetap disertai tanggung jawab, peradaban, dan semangat menjaga persatuan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar praktik demokrasi tidak melahirkan polarisasi maupun kebencian akibat perbedaan pandangan politik.
Menurutnya, perbedaan gagasan merupakan bagian penting dari proses demokrasi yang sehat selama tetap diarahkan untuk memperkuat persatuan nasional.
Selain membahas demokrasi, Cahyo turut menyoroti strategi Indonesia sebagai negara besar dalam menghadapi dinamika global.
Ia menilai pemerintahan Presiden Prabowo Subianto saat ini tetap berpegang pada prinsip politik luar negeri bebas aktif yang diwariskan para pendiri bangsa.
Menurut dia, pendekatan tersebut memungkinkan Indonesia menjaga hubungan diplomatik yang kuat dengan berbagai negara tanpa berpihak kepada salah satu kekuatan global, sekaligus membuka peluang kerja sama yang setara dan saling menguntungkan.
Ia berharap generasi muda, khususnya mahasiswa, terus berperan aktif mengawal demokrasi yang konstruktif sekaligus berkontribusi dalam mewujudkan pembangunan nasional yang berkelanjutan.
Pewarta: Faizal FalakkiEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.