Situbondo (ANTARA) - Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Husna Laili menyebutkan kerja sama model pentahelik atau kolaborasi antara dunia usaha dan pemerintah dinilai menentukan keberhasilan pembangunan daerah.
"Seperti yang disampaikan Mas Rio (Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo), kolaborasi inovatif antara pemerintah daerah dengan dunia usaha, salah satu contohnya yang dilakukan Toserba Karya Dharma Sentosa (KDS)," kata Mbak Una sapaannya, saat melihat pelaku usaha mikro di kawasan Toserba KDS Situbondo, Minggu.
Ia memberikan apresiasi kepada owner KDS yang sudah merencanakan pembangunan food court, yakni area makan yang menyediakan makanan dan minuman di satu lokasi.
Menurut Mbak Una, area food court itu menjadi tempat produk makanan dan minuman lokal para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di "Kota Santri" itu.
"Sebelah kanan (samping KDS) ini akan dibangun food court yang menjual produk masyarakat Situbondo, jadi sinergi antara pemerintah daerah dengan KDS ini terjalin dengan baik dalam rangka membangun Situbondo," ujarnya.
Toko serba ada (Toserba) KDS yang kembali bangkit setelah terbakar 2024 itu, lanjutnya, berkontribusi dalam mengurangi angka pengangguran karena pekerja KDS merupakan masyarakat lokal.
Selain itu, kata Mbak Una, dengan hadirnya kembali pusat perbelanjaan konveksi ini dapat membantu pergerakan dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi Situbondo.
"Perbelanjaan ini juga bisa menjadi ruang interaksi antara penjual dan pembeli dan menjadi pusat pengembangan ekonomi daerah," katanya.
Sementara itu, Owner Toserba KDS, Franky Sastro Wijoyo mengatakan KDS Situbondo merupakan cikal bakal lahirnya KDS, sehingga harus tetap eksis untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan menyediakan semua kebutuhan harian masyarakat mulai dari konveksi sampai kebutuhan rumah tangga.
"Kami harap ini juga bisa mendukung visi dan misi pemerintah daerah yaitu 'naik kelas' dengan menghadirkan kearifan lokal melalui bentuk yang modern. Kami juga berkontribusi untuk membuka peluang kerja," katanya.
