Situbondo (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, mengedukasi Tim Penggerak PKK, kader dasar PKK, dan keluarga berisiko untuk mencegah stunting dengan pola pengasuhan dan membuat makanan nutrisi yang tepat, Kamis.
"Kegiatan ini bertujuan untuk mengolaborasikan kegiatan pencegahan dan penanganan stunting mulai dari tingkat kabupaten hingga desa berjalan dengan baik," ujar Kabid Pengendalian Penduduk Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Situbondo Danik Sumartini di Situbondo, Kamis.
Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Lantai II Pemkab Situbondo ini dihadiri Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) tingkat kabupaten, kecamatan, desa, kader dasar PKK, hingga keluarga berisiko stunting.
Pihaknya melibatkan kader dasar PKK dalam kegiatan itu dengan harapan mereka bisa mengedukasi masyarakat untuk membuat makanan sehat dengan nominal Rp10.000.
Dia mengatakan kader dasar PKK tersebut diajari praktik membuat makanan yang akan diberikan kepada keluarga berisiko stunting, dengan uang Rp10.000 sudah bisa memenuhi kebutuhan nutrisi anak berisiko stunting.
Menu makanan bergizi itu, kata dia, seperti nasi ikan kelor, srik kentang dan bubur sop daging atau menu-menu pemberian makanan tambahan (PMT) tersebut mudah dibuat.
"Para kader dasar PKK ini kami ajari membuat makanan itu dan disosialisasikan kepada masyarakat," ujarnya.
Danik menyebutkan angka prevalensi stunting di Kabupaten Situbondo mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya, yakni mencapai 10,6 persen.
"Oleh karena itu kami harus berkolaborasi bersama untuk menangani stunting, mari bersama-sama menurunkan stunting di Kabupaten Situbondo," katanya.
Ia mengatakan kenaikan prevalensi stunting disebabkan beberapa faktor, antara lain pola asuh yang kurang baik dan kurangnya nutrisi pada ibu hamil, ibu menyusui, serta balita.
