Bojonegoro - Dinas Pertanian Bojonegoro Jawa Timur mengusulkan kepada Kementerian Pertanian agar para petani korban banjir Bengawan Solo dan banjir bandang yang menggenangi lahan pertanian seluas 5.087 hektare, bisa memperoleh bantuan benih padi. "Usulan permohonan bantuan benih sudah kita ajukan tiga hari lalu. Cuma kapan bantuan turun kami masih belum tahu, sebab semua bergantung keputusan Kementerian Pertanian," kata Kepala Dinas Pertanian Bojonegoro Subekti, Rabu. Hanya saja, ia menyebutkan, sesuai kebiasaan selama ini, besarnya bantuan benih padi yang diberikan kepada para petani yang menjadi korban banjir sesuai luas yaitu 20 kilogram/hektare. "Paling tidak dengan adanya bantuan benih, para petani bisa menanam padi kembali kalau kondisi sudah aman," tuturnya. Ia menjelaskan, tanaman padi seluas 5.087 hektare itu, berada di 77 desa di 16 kecamatan, di antaranya Kecamatan kota, Kapas, Balen, Sukosewu, Kalitidu, Trucuk, Baureno, Kanor, juga kecamatan lainnya. Tanaman padi yang terendam air banjir dan diterjang banjir bandang itu, menurut dia, bervariasi ada yang baru berusia 20, tapi ada juga yang siap panen, seperti di sejumlah desa di Kecamatan Baureno dan Balen, yang luasnya mencapai 2.000 hektare lebih. "Kerugian kerusakan tanaman padi mencapai Rp27 miliar lebih, tidak termasuk perolehan petani yang masih memanen tanaman padinya. Kita perhitungkan tanaman padi yang terendam air banjir luapan Bengawan Solo atau diterjang banjir bandang gagal panen," jelasnya. Secara terpisah, seorang petani di Desa Ngulanan, Kecamatan Dander, Suwaji (35), mengaku, tanaman padinya seluas 6 hektare yang terendam air banjir, diperkirakan tidak akan laku dijual. Alasannya, lanjut dia, dibenarkan petani lainnya Marjuki (43), tanaman padi yang terendam air banjir dalam sepekan, kalau diproses akan hancur, hanya keluar menirnya. "Tapi kami tetap berusaha menjual gabah yang kami panen ini, cuma kalau tidak laku ya dimanfaatkan sendiri," ucap petani lainnya Sugeng, juga asal Desa Ngulanan. Para petani di Desa Ngulanan, juga Sumbertlaseh, Kecamatan Dander dan Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu, bisa memanen tanaman padinya yang terendam air banjir, setelah tanggul Kali Ganggang dijebol untuk membuang genangan air banjir di wilayah setempat. (*)
Berita Terkait
Petani Bojonegoro Belum Tanam Padi setelah Banjir
28 Februari 2013 19:12
BPBD Bojonegoro Sisakan Sebagian Bantuan Sembako
26 Februari 2013 09:34
UPT Bengawan Solo Masih Waspadai Ancaman Banjir
24 Februari 2013 10:37
Pemkab Bojonegoro Distribusikan Sembako Korban Banjir
21 Februari 2013 15:51
Gedung Korban Banjir Bengawan Solo Dibangun 2013
19 Februari 2013 17:52
Banjir Bengawan Solo Di Bojonegoro Surut
17 Februari 2013 21:12
Bojonegoro Berlakukan Siaga II Banjir Bengawan Solo
16 Februari 2013 15:11
BPBD Bojonegoro Waspadai Banjir Kiriman
15 Februari 2013 16:05
