Surabaya (ANTARA) - PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) siap mendistribusikan bibit mangrove jenis Rhizophora mucronata dari hasil budidaya yang digalakkan bertahap di kawasan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Jawa Timur sejak 2010.
Sekretaris Perusahaan TPS Erika Asih Palupi menyatakan dari hasil budidaya sebanyak 10.000 bibit mangrove siap dipanen pada April 2026.
"Ditargetkan siap tanam pula pada April 2026. Bibit mangrove hasil pembibitan ini akan didistribusikan untuk mendukung rehabilitasi kawasan pesisir Surabaya serta wilayah lain yang membutuhkan," katanya melalui keterangan tertulis di Surabaya, Rabu.
Dalam proses budi daya tersebut, selama ini TPS menjalin kerja sama dengan Kelompok Petani Mangrove Kompak Mandiri Lestari.
Program ini sekaligus menjadi sumber penghasilan tambahan bagi para petani, terutama di tengah ketidakpastian pendapatan sebagai nelayan akibat perubahan musim dan tekanan lingkungan pesisir.
TPS, lanjut Erika, juga membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak, dengan menempatkan petani mangrove sebagai mitra utama dalam pelaksanaan program.
"Keberlanjutan bukan hanya tentang menanam pohon, tetapi tentang membangun kehidupan yang lebih baik. Melalui pembibitan mangrove ini, TPS ingin menumbuhkan ekosistem yang sehat sekaligus ekonomi masyarakat pesisir yang lebih tangguh dan bermartabat," ujarnya.
Menurut Erika, program pembibitan ini membuka peluang bagi petani untuk terlibat dalam rantai nilai restorasi pesisir, sekaligus memperkuat peran mereka sebagai penjaga ekosistem dan pelaku ekonomi hijau.
"Selain berfungsi sebagai benteng alami terhadap abrasi dan penyerap karbon biru, mangrove juga menjadi sumber nilai ekonomi jangka panjang apabila dikelola secara berkelanjutan," ucapnya.
