Madiun (ANTARA) - Pemerintah Kota Madiun, Jawa Timur mendorong agar Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup pemerintah daerah setempat melanjutkan pendidikan jenjang pascasarjana yakni magister (S2) dan doktor (S3) sebagai upaya meningkatkan mutu SDM.
"Saya sampaikan bahwa eselon II itu harus doktor, eselon III itu S2 paling tidak, doktor juga boleh. Yang belum kuliah harus kuliah, kita biayai semuanya, termasuk masyarakat," ujar Wali Kota Madiun Maidi dalam kegiatan Sosialisasi Program Pendidikan Lanjutan bagi ASN bersama Sekolah Tinggi Ekonomi Indonesia (STIESIA) Surabaya di gedung GCIO Diskominfo Kota Madiun, Senin.
Menurut dia, selain sebagai peningkatan mutu SDM, pendidikan pascasarjana di lingkup ASN Pemkot Madiun juga bagian dari mewujudkan Kota Madiun sebagai Smart City.
"Kota yang mendunia itu tidak bisa kita pikir sendiri. OPD kita harus ada pendampingan, yakni ahlinya dan juga perubahan SDM. Maka dengan kondisi ini, mulai dari tata kotanya hingga tata SDM-nya harus siap," kata dia.
Guna mendukung hal tersebut, Pemkot Madiun memberikan fasilitas beasiswa pendidikan jenjang pascasarjana yakni magister (S2) dan doktor (S3) kepada sejumlah ASN setempat yang lolos seleksi.
Untuk beasiswa jenjang magister atau S2, masing-masing menerima beasiswa bantuan belajar sebesar Rp10 juta per semester.
Sedangkan untuk doktoral atau S3, lanjutnya, masing-masing menerima bantuan Rp12,5 juta per semester dengan maksimal bantuan Rp100 juta.
Pihaknya berharap program beasiswa pendidikan pascasarjana tersebut dimanfaatkan oleh ASN Kota Madiun. Hal itu penting dalam menunjang tingkat pendidikan dan karier ASN.
Maidi menambahkan bahwa Pemkot Madiun sangat fokus terhadap pengembangan sektor pendidikan warganya. Tak hanya beasiswa S2 dan S3 untuk ASN, beasiswa S1 bagi masyarakat umum juga telah bergulir sejak tahun 2019 melalui Program Bantuan Beasiswa Mahasiswa (BBM) dengan kuota 1.000 mahasiswa.
Program BBM S1 tersebut berlaku bagi mahasiswa dengan masa studi maksimal empat tahun (8 semester). Sampai saat ini sudah ada ratusan penerima BBM Kota Madiun yang telah diwisuda.
Pewarta: Louis Rika StevaniEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026