Madura Raya (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur memfasilitasi para nelayan di wilayah itu untuk bisa mengakses modal ke bank tanpa bunga, menyusul banyaknya nelayan yang terjerat pinjaman online akhir-akhir ini.
Kepala Bidang Pengelolaan Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Kabupaten Sumenep Joni Hariyanto di Sumenep, Kamis, mengatakan saat ini pemkab bekerja sama dengan Bank Perkreditan Rakyat Sumenep (BPRS) Bhakti Sumekar terkait pinjaman itu.
"Melalui kerja sama ini, para nelayan bisa mengajukan pinjaman, dan Pemkab Sumenep membantu subsidi bunga atas pinjaman yang dilakukan nelayan," katanya.
Menurut Analis Kebijakan Ahli Muda Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Pemkab Sumenep Silviana Halidah, pinjaman modal tanpa bunga bagi nelayan Sumenep itu nantinya juga berlaku pada keluarga nelayan.
"Jika istri nelayan memiliki usaha maka bisa juga mengakses modal usaha ke BPRS Sumenep dengan ketentuan sebagaimana yang berlaku pada nelayan," katanya.
Hanya sambung dia, tidak semua nelayan bisa mengakses program tersebut, karena salah satu prasyarat yang ditentukan dalam kerja sama antara Pemkab Sumenep dengan BPRS itu, di antaranya harus memiliki program jaminan perlindungan sosial tenaga kerja (Jamsostek) minimal pada dua program, yakni Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).
Nelayan Sumenep yang kini terdata mengikuti program jaminan kecelakaan kerja sebanyak 2 ribu orang dari total 34.818 nelayan yang ada di wilayah itu.
"Sementara yang bisa mengakses pinjaman tanpa bunga dari kerja sama antara Pemkab Sumenep dengan BPRS Bhakti Sumekar ini adalah mereka yang mengikuti program Jamsostek tersebut," katanya.
