Surabaya (ANTARA) - Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Jawa Timur menargetkan perolehan 100 kursi DPRD kabupaten/kota serta delapan kursi DPRD Provinsi Jawa Timur pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2029.
Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep mengatakan target tersebut menjadi bagian dari strategi penguatan elektoral PSI di Jawa Timur, seiring dengan pembenahan menyeluruh struktur kepengurusan partai hingga tingkat paling bawah.
“Target PSI di Jawa Timur adalah 100 kursi DPRD kabupaten/kota dan delapan kursi untuk DPRD provinsi,” ujar Kaesang usai melantik pengurus DPW PSI Jawa Timur di Surabaya, Jumat.
Kaesang menjelaskan, saat ini PSI fokus melakukan konsolidasi organisasi dengan mempercepat pengisian struktur kepengurusan. Hingga kini, pembentukan kepengurusan tingkat kecamatan di Jawa Timur telah mencapai sekitar 96 persen dan akan dilanjutkan hingga tingkat desa dan kelurahan.
Menurut Kaesang, kesiapan struktur organisasi PSI Jawa Timur dinilai lebih matang dibandingkan sejumlah daerah lain.
Ia bahkan menyebut susunan kepengurusan PSI Jatim lebih lengkap dan solid dibandingkan wilayah Jawa Tengah.
DPW PSI Jawa Timur dipimpin oleh Bagus Panuntun, politisi muda yang juga menjabat Wakil Wali Kota Madiun, dengan Abdul Ghoni sebagai sekretaris.
Pelantikan pengurus tersebut turut disaksikan oleh jajaran pengurus daerah PSI se-Jawa Timur serta pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PSI.
Dalam kegiatan itu, Kaesang hadir didampingi sejumlah pengurus DPP PSI, termasuk Wakil Ketua Dewan Pembina PSI sekaligus mantan Ketua Umum, Grace Natalie.
Sementara itu, Ketua DPW PSI Jawa Timur Bagus Panuntun menyatakan optimistis target perolehan kursi tersebut dapat dicapai pada Pemilu 2029.
Ia menegaskan PSI Jatim menargetkan minimal 100 kursi DPRD kabupaten/kota serta delapan kursi DPRD Provinsi.
“Target ini memang cukup tinggi, tetapi kami optimistis karena kerja-kerja organisasi terus berjalan dan struktur partai semakin solid,” ujar Bagus.
Target tersebut meningkat signifikan dibandingkan capaian PSI pada Pemilu 2024, di mana partai tersebut baru memiliki satu kursi di DPRD Provinsi Jawa Timur.
