Lamongan (ANTARA) - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Lamongan melaporkan realisasi Luas Tambah Tanam (LTT) padi di daerah setempat hingga akhir Desember 2025 telah melampaui target nasional.
Kepala DKPP Kabupaten Lamongan Mugito mengatakan capaian tersebut menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung program swasembada pangan nasional yang dicanangkan pemerintah pusat.
“Realisasi LTT di Kabupaten Lamongan sudah melampaui target yang ditetapkan secara nasional. Capaian ini menjadi bukti kesiapan kami untuk berkontribusi dalam mewujudkan swasembada pangan sesuai visi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto,” katanya di Lamongan, Jawa Timur, Selasa.
Berdasarkan data DKPP Lamongan, hingga 29 Desember 2025 realisasi LTT mencapai 192.430 hektare, melampaui target nasional sebesar 192.373 hektare. Capaian tersebut ditopang oleh luas baku sawah daerah setempat yang mencapai sekitar 96.095 hektare.
Mugito menjelaskan, sebagai salah satu lumbung pangan nasional, Pemkab Lamongan terus mengoptimalkan sektor pertanian melalui berbagai program strategis, mulai dari penyediaan benih berkualitas, pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi primer, sekunder, dan tersier, hingga pembangunan embung serta sumur dalam dan dangkal.
Selain itu, lanjutnya, optimalisasi lahan sawah dan non-sawah juga dilakukan melalui pemanfaatan lahan rawa, lahan bera, serta kawasan perhutanan sosial, yang didukung penyediaan pompa air dan pendampingan petani melalui sekolah lapang.
“Kami bersama petani siap menyukseskan swasembada pangan dan telah mencanangkan penggunaan dana desa minimal 20 persen untuk sektor pertanian, salah satunya untuk pelaksanaan sekolah lapang agar kapasitas petani terus meningkat,” jelasnya.
Ia menambahkan keberhasilan realisasi LTT tidak hanya berdampak pada peningkatan produksi pangan, tetapi juga berkontribusi terhadap kesejahteraan petani melalui peningkatan pendapatan, penciptaan lapangan kerja, serta peningkatan nilai ekonomi lahan tidur di wilayah pedesaan.
