Jakarta (ANTARA) - Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arif Satria membuka opsi untuk memberikan jabatan fungsional peneliti di perguruan tinggi sebagai upaya untuk memperkuat riset-riset di perguruan tinggi.
Melalui keterangan di Jakarta, Jumat, Arif menyebut BRIN akan meminta izin terlebih dahulu kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) untuk membuka jabatan fungsional tersebut.
"Kita akan mengajak banyak perguruan tinggi untuk berkolaborasi dengan BRIN. Satu kebijakan yang akan saya ambil di BRIN yang saya kira sangat membantu perguruan tinggi, yaitu kami akan membuka jabatan fungsional peneliti di perguruan tinggi," katanya.
Arif menilai saat ini perguruan tinggi memiliki banyak peneliti, namun tidak menjadi dosen.
Oleh karena itu, dia berupaya agar para peneliti ini memiliki jenjang karir lewat jabatan fungsional tersebut.
Rektor IPB University selama dua periode 2017-2025 itu akan menjadikan IPB sebagai percontohan pertama pembukaan jabatan fungsional peneliti.
"Itu juga ingin mendorong para peneliti baru yang ada di berbagai tempat untuk bergabung menjadi peneliti di perguruan tinggi. Peneliti di BRIN, peneliti di perguruan tinggi, itulah kekuatan riset Indonesia masa depan," ujar Arif Satria.
Menanggapi hal tersebut, Rektor IPB University, Alim Setiawan Slamet menyambut baik kebijakan dari BRIN ini. Menurutnya, kolaborasi BRIN dan perguruan tinggi ini sudah sangat ditunggu.
"Kalau ini bisa terwujud, saya kira kolaborasi nanti BRIN–IPB akan jauh lebih dahsyat dan kita bisa menghasilkan riset yang lebih berdampak nyata untuk kemanfaatan masyarakat." ucap Alim.
