Penggalangan dana ini murni panggilan jiwa untuk saudara-saudara kita di Sumatra dan Aceh yang menghadapi situasi genting. Banyak wilayah masih kesulitan logistik, sementara kebutuhan dasar terus meningkat.

Surabaya (ANTARA) - Komunitas Media Pengadilan dan Kejaksaan (KOMPAK) menginisiasi gerakan kemanusiaan, untuk membantu korban bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Ketua Umum KOMPAK, Budi Mulyono, menegaskan bahwa langkah ini bukan sekadar aksi solidaritas spontan, tetapi bagian dari tanggung jawab sosial komunitas media yang selama ini mengawal isu penegakan hukum, kemanusiaan, dan perlindungan publik.

“Penggalangan dana ini murni panggilan jiwa untuk saudara-saudara kita di Sumatra dan Aceh yang menghadapi situasi genting. Banyak wilayah masih kesulitan logistik, sementara kebutuhan dasar terus meningkat,” kata Budi, di Surabaya, Selasa.

Ia menegaskan bahwa seluruh proses pengumpulan dan penyaluran donasi akan dilakukan secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.

Nantinya bantuan yang telah terkumpul akan disalurkan melalui Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur.

“Kami ingin memastikan bantuan tidak hanya cepat tiba, tetapi juga tercatat jelas dari awal hingga akhir. Solidaritas harus bisa dibaca publik,” ujarnya.

Bencana banjir dan longsor yang dipicu hujan ekstrem berdampak besar di tiga provinsi tersebut.

Berdasarkan data resmi BNPB yang dirilis 6 Desember 2025, jumlah korban meninggal mencapai 914 jiwa, sementara 389 orang masih dinyatakan hilang.

Situasi di lapangan terus berkembang. Pembaruan data yang disampaikan melalui sejumlah kanal resmi dan laporan media pada 8–9 Desember 2025 menunjukkan angka korban meninggal meningkat menjadi 961–962 jiwa.

Lonjakan ini mengindikasikan masih banyak lokasi yang baru berhasil dijangkau tim SAR, terutama daerah perbukitan dan kantong pemukiman yang sebelumnya terisolasi.

Selain korban jiwa, ribuan warga masih mengungsi, akses transportasi terputus, jaringan komunikasi lemah, dan kebutuhan logistik meningkat drastis.

Pemerintah melalui BNPB memprioritaskan pencarian korban, pemulihan jalur darat, penyaluran bantuan darurat, serta perbaikan akses komunikasi dan energi.



Pewarta: Faizal Falakki
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026