Sampang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang, Jawa Timur melakukan edukasi penanganan bencana ke sejumlah sekolah rawan bencana di wilayah itu dengan menggandeng sejumlah perusahaan.
Menurut Kasi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang Muhammad Hozin di Sampang, Senin, edukasi penanganan bencana itu untuk menekan risiko apabila terjadi bencana, sekaligus untuk memberikan wawasan kepada siswa tentang pentingnya melakukan upaya penanggulangan bencana.
"Melalui program pendidikan melek bencana ini, diharapkan para siswa dan guru di sekolah tersebut mampu menekan terjadinya risiko apabila terjadi bencana," katanya.
Menurut Hozin, edukasi penanganan bencana itu bekerja sama dengan sejumlah perusahaan dan relawan bencana yang tergabung dalam Forum Relawan Penanganan Bencana (FRPB) Kabupaten Sampang.
Program ini, sambung dia, akan menyasar semua sekolah yang rawan terjadi bencana, baik di Kota Sampang maupun di beberapa kecamatan lain di luar Kota Sampang.
"Materi yang kami sampaikan tentang teknik penanganan, antisipasi dan teknik evakuasi apabila ada korban bencana, baik berupa bencana banjir, tanah longsor ataupun gempa bumi," katanya.
Menurut data BPBD Pemkab Sampang, jumlah sekolah yang terdata rawan bencana sebanyak 24 mulai dari tingkat SD, SMP hingga SMA sederajat.
Dari jumlah tersebut, sebanyak tujuh sekolah berada di Kecamatan Kota Sampang. Masing-masing SDN Gunung Maddah III di Dusun Glisgis, Desa Gunung Maddah, SMPN 6 di Jalan Imam Bonjol, SMKN I di Jalan Suhadak, SDN Dalpenang III di Jalan Imam Bonjo, dan SDN Dalpenang l di Jalan Imam Bonjol, Sampang.
Selanjutnya, SDN Rongtengah I di Jalan Trunojoyo dan SDN Rongtengah II di Jalan Bahagia Sampang. "Yang saat menjadi prioritas adalah sekolah-sekolah yang ada di kecamatan kota," katanya.
Pewarta: Abd AzizEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026