Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperbaharui sejumlah rencana kerja selama minggu pertama hingga kedua Bulan Maret, guna mempercepat pemulihan layanan pendidikan pascabencana di wilayah Sumatra.
Perwakilan Sekretariat Nasional Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) Kemendikdasmen Jamjam Muzaki mengatakan pihaknya siap melanjutkan rakor percepatan rekonstruksi pascabencana dengan dinas pendidikan se Provinsi Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat serta pihak satuan pendidikan dalam dua pekan ke depan.
“Kemudian saat ini juga masih dilakukan beberapa rakor dengan pemerintah daerah, dengan sekolah untuk proses verifikasi, dan juga untuk perjanjian kerja sama untuk revitalisasi,” kata Jamjam di Jakarta Pusat pada Kamis.
Lebih lanjut, ia menyebutkan Kemendikdasmen menargetkan penambahan penandatanganan sekitar 248 PKS dengan pihak satuan pendidikan guna mempercepat proses revitalisasi sekolah pascabencana.
Selain itu, ia mengatakan pihaknya selama dua minggu ke depan juga akan melanjutkan proses verifikasi dan pembuatan rekening bagi 13 ribu guru yang akan menerima tunjangan khusus guru.
Adapun untuk mendukung kegiatan belajar mengajar, Jamjam menyebutkan Kemendikdasmen juga akan kembali menyalurkan bantuan Pemerintah berupa peralatan TIK, lab, olahraga, kebersihan dan APE, dengan total bantuan senilai Rp60 miliar.
“Pelatihan dukungan psikososial dan monitoring kehadiran siswa, guru dan keterlaksanaan pembelajaran di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat juga akan dilakukan selama dua minggu ke depan,” imbuhnya.
Pihaknya juga siap memberikan pendampingan praktik baik dan model pembelajaran darurat bagi sekolah terdampak bencana di tiga provinsi tersebut.
