Madiun (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun memastikan agar selalu siap siaga dan tangguh dalam menghadapi bencana baik bencana alam maupun non-alam yang berpotensi terjadi di wilayah perkotaan.
Sebagai upaya menunjukkan kesiapan tersebut Pemkot Madiun melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat menggelar Apel Hari Kesiapsiagaan Bencana Tahun 2026 dengan simulasi vertical rescue atau penyelamatan vertikal di gedung bertingkat.
Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun saat memimpin apel mengatakan bahwa latihan dengan skenario mendekati kondisi riil perlu dilakukan secara rutin agar kesiapan personel terus terasah.
"Apel kesiapsiagaan bencana hari ini mempraktikkan kondisi riil penyelamatan kebakaran di gedung bertingkat. Saya minta kegiatan seperti ini rutin digelar, setidaknya sebulan sekali," katanya dalam Apel Hari Kesiapsiagaan Bencana Tahun 2026 di kawasan Rusunawa Hayam Wuruk, Kota Madiun, Jawa Timur, Selasa.
Bagus menekankan timing adalah aspek yang paling penting dalam penanganan bencana termasuk dengan mengkolaborasikannya bersama berbagai pihak.
Ia menilai di tengah dinamika cuaca dan meningkatnya kejadian kebakaran, terutama di wilayah perkotaan, simulasi penyelamatan dari gedung tinggi menjadi relevan.
Ia menambahkan, potensi bencana di wilayah perkotaan dengan banyak bangunan tinggi menuntut kesiapan yang terus ditingkatkan. Kota Madiun kini mulai banyak bangunan bertingkat seperti rusunawa hingga hotel, karenanya membutuhkan kesiapan berbeda dibandingkan penanganan bencana di wilayah terbuka.
Dalam simulasi itu, tim gabungan memperagakan evakuasi korban kebakaran dari lantai atas menggunakan teknik tali, pengamanan tubuh, hingga koordinasi tim darat. Setiap gerakan terlihat terukur, mulai dari pengikatan, penurunan, hingga penanganan korban di bawah.
Namun di balik kelancaran itu, Bagus Panuntun mengingatkan bahwa keberhasilan bukan hanya soal teknik, melainkan kolaborasi.
Ia menyebut keterlibatan lintas unsur, mulai dari BPBD, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Linmas, hingga TNI-Polri dan relawan menjadi kekuatan utama dalam penanganan bencana di Kota Madiun.
"Semuanya ikut menyelesaikan kejadian-kejadian bencana. Ini menjadi catatan penting dan apresiasi dari pemerintah kota," katanya.
Bagus menuturkan koordinasi yang terbangun selama ini turut berdampak pada penanganan aduan masyarakat. Ia mengklaim seluruh laporan yang masuk dapat ditangani dengan cepat berkat sinergi antar-instansi.
"Pengaduan masyarakat saya cek sendiri setiap hari. Alhamdulillah 100 persen tertangani dengan baik," kata Bagus.
Meski secara geografis Kota Madiun tergolong memiliki risiko bencana yang relatif kecil, ia menegaskan bahwa situasi di lapangan kerap berubah dan sulit diprediksi. Karena itu, kesiapsiagaan harus terus dijaga, termasuk melalui simulasi seperti vertical rescue.
Bagi Bagus, latihan ini bukan hanya soal agenda seremonial tahunan. Ia berharap seluruh unsur, baik pemerintah, aparat, maupun masyarakat, terus memperkuat kerja sama dalam menghadapi potensi bencana.
Sesuai pelaksanaan apel, Plt Wali Kota Bagus Panuntun didampingi Kepala Pelaksana BPBD dan jajaran OPD berkesempatan meninjau perlengkapan dan peralatan kebencanaan yang dimiliki BPBD Kota Madiun, untuk memastikan semua peralatan siap digunakan sewaktu-waktu untuk penanggulangan bencana, baik di musim hujan maupun kemarau.
Pewarta: Louis Rika StevaniEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026