Banyuwangi (ANTARA) - Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengemukakan pembangunan di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur sejalan dan searah dengan kebijakan nasional Presiden Prabowo Subianto.
Hal ini disampaikan saat Bupati Ipuk menghadiri rapat koordinasi dan bimbingan teknis eksekutif-legislatif, pimpinan dan anggota Fraksi Gerindra DPRD provinsi, kepala daerah serta DPRD kabupaten/kota se-Jawa Timur di Banyuwangi, Senin.
"Kami sangat memahami konsep Bapak Presiden, dimana beliau ingin meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia, dan kami juga melakukan langkah-langkah itu di Banyuwangi," kata Bupati Ipuk.
Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan berbagai program kolaboratif Pemkab Banyuwangi bersama legislatif telah menunjukkan hasil positif, terutama dalam menekan angka kemiskinan secara konsisten setiap tahun.
"Ketika kami menjabat pada 2020, angka kemiskinan Banyuwangi berada di angka 8 persen, dan saat ini sudah mencapai angka 6,13 persen. Ini berkat dukungan salah satunya dari sahabat-sahabat Partai Gerindra," kata Ipuk.
Menurutnya, Banyuwangi turut menyelaraskan diri dengan berbagai program strategis nasional, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Sekolah Rakyat (SR) sebagai upaya memperkuat kesejahteraan dan kualitas pendidikan masyarakat.
Terkait MBG, lanjutnya, untuk meningkatkan perekonomian masyarakat telah meminta agar pasokan, bahkan makanan untuk MBG disuplai dari petani dan peternak lokal Banyuwangi.
"Selama mencukupi, kami telah meminta agar SPPG menyuplai bahan dari petani dan peternak di desa-desa Banyuwangi agar banyak masyarakat yang mendapat manfaat dari program Bapak Presiden ini," tutur Ipuk.
Kegiatan bimbingan teknis yang digelar mulai 8-10 Desember 2025 ini, merupakan konsolidasi kader Gerindra untuk mengawal program-program prioritas Presiden Prabowo Subianto, khususnya yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dan kemajuan bangsa.
