Lamongan (ANTARA) - Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menilai tujuh gagasan utama Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) masa khidmat 2025–2030 selaras dengan program prioritas pembangunan daerah yang bertujuan untuk memperkuat ketahanan sosial masyarakat.
“Gagasan strategis yang dicanangkan memiliki arah yang sama dengan pembangunan daerah, terutama dalam penguatan sosial ekonomi dan peningkatan kualitas masyarakat,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima di Lamongan, Jawa Timur, Minggu.
Ia menjelaskan gagasan tersebut meliputi penguatan kaderisasi untuk peningkatan sosial ekonomi, pembangunan sumber daya manusia (SDM), modernisasi tata kelola aset, serta gerakan infak dan sedekah.
Adapun tiga gagasan lainnya, lanjutnya, mencakup penguatan lembaga pendidikan keagamaan, peningkatan peran sosial NU di tingkat akar rumput, serta pengembangan inisiatif pemberdayaan ekonomi masyarakat.
"Seluruh gagasan tersebut juga sejalan dengan tiga pilar pembangunan Lamongan, yakni ekonomi tumbuh, pembangunan merata, dan masyarakat harmonis," jelasnya.
Ia menambahkan bahwa peran organisasi keagamaan dibutuhkan untuk memperkuat ketangguhan moral dan sosial masyarakat di daerah.
Pada pelantikan PCNU Lamongan yang digelar di Sport Center Lamongan pada Sabtu (22/11) menetapkan KH Salim Azhar sebagai Rais Syuriah dan Dr Syahrul Munir sebagai Ketua Tanfidziyah periode 2025–2030.
Ketua Tanfidziyah PCNU Lamongan Syahrul Munir menyatakan komitmenya untuk terus memperkuat konsolidasi organisasi serta mengembangkan peran Nahdlatul Ulama dalam kehidupan keagamaan, sosial, dan pendidikan sebagai bagian dari kontribusi terhadap pembangunan daerah.
Ia menambahkan, tujuh gagasan strategis itu antara lain pembangunan NU Center, penguatan Masjid Gus Dur, percepatan kemandirian ekonomi melalui Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU), serta program satu ranting satu produk yang mulai dikenalkan di sejumlah wilayah.
