Kediri (ANTARA) - Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur, berkomitmen penuh untuk menangani penyakit tuberkulosis (TBC), yang saat ini di Indonesia kasusnya masih cukup memprihatinkan.
"Perjuangan untuk menangani TBC belum berakhir. Sampai saat ini TBC masih menjadi masalah kesehatan serius. Indonesia masih menjadi peringkat kedua untuk negara dengan beban tinggi di dunia," kata Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati di Kediri, Selasa.
Wali Kota saat memberikan arahan kepada kader tentang penanganan tuberkulosis tersebut menjelaskan sesuai data dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur per Oktober 2025, cakupan penemuan dan pengobatan tuberkulosis di Jawa Timur masih tercapai 65 persen dari target 90 persen.
Sedangkan di Kota Kediri, saat ini ditemukan kasus 1.372 Tuberkulosis dari target 1.528 kasus yang ditentukan oleh Kementerian Kesehatan atau sebesar 89,7 persen.
Ia menegaskan masih ada pekerjaan rumah yang perlu dituntaskan, antara lain angka keberhasilan pengobatan yang masih tercapai 76 persen dari target 90 persen.
Sedangkan capaian investigasi kontak secara total masih 57,62 persen dari target 100 persen serta pemberian terapi pencegahan tuberkulosis pada kontak serumah 18,42 persen dari target 72 persen.
"Penemuan kasus sebenarnya di Kota Kediri sudah melampaui target meskipun sebagian penderita TBC itu bukan penduduk Kota Kediri," kata dia.
Wali Kota mengatakan, dengan temuan itu juga sekaligus menjadikan selama dua tahun terakhir Kota Kediri menjadi kabupaten/kota dengan prosentase penemuan semua kasus TBC terbesar di Jawa Timur.
Dirinya juga mengatakan, tantangan yang harus dihadapi adalah melakukan tracing dan tindak lanjut pengobatan. Bertepatan dengan peringatan Hari Kesehatan Nasional 2025, Dinas Kesehatan Kota Kediri juga mengadakan acara ini.
Diharapkan dari kegiatan ini para kader semakin paham bagaimana pelaksanaan investigasi kontak yang benar serta dapat memberikan informasi di masyarakat. Sehingga nantinya dapat membantu kader dalam meningkatkan capaian investigasi kontak.
"Saya mengapresiasi semua telah berkolaborasi dan menanggulangi kasus TBC di Kota Kediri. Memang dalam melakukan pendampingan dibutuhkan kesabaran. Pasien ini pengobatannya harus konsisten dan telaten," kata dia.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Fahmi Adi menambahkan kegiatan ini diikuti oleh tiga perwakilan di setiap kelurahan, PC Promosi Kesehatan sembilan puskesmas, dan PC TBC sembilan puskesmas.
