Surabaya (ANTARA) - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya Arif Fathoni, meminta insiden terkait ucapan salah satu admin media sosial Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi yang viral di Instagram untuk tidak dibesar-besarkan.
Sebagai informasi, beredar potongan video dari akun media sosial Eri Cahyadi menampilkan percakapan seorang admin dengan seseorang yang tanpa sengaja terekam saat siaran langsung Instagram.
Dalam rekaman itu, seorang perempuan yang merupakan admin akun media sosial Wali Kota Surabaya itu mengatakan bahwa rekaman video Eri Cahyadi hari itu disimpan saja, dan bisa diunggah lain waktu saat hujan di Kota Surabaya.
"Saya kira itu murni kelalaian individu. Tidak elok kalau kemudian dipukul rata seolah kegiatan lapangan Pak Wali hanya pencitraan. Warga Surabaya tahu," ujar Arif Fathoni di Surabaya, Jawa Timur, Minggu.
Pernyataan tersebut disampaikan Arif karena sebagian netizen berkesimpulan bahwa kerja lapangan Wali Kota Eri hanya sebatas pencitraan.
Menurut Arif Fathoni, penilaian itu tidak adil dan terlalu jauh sebab pada saat kejadian Wali Kota Eri tengah fokus bekerja di lapangan dan tidak mengetahui percakapan tersebut.
Ia mengatakan, langkah cepat sang admin yang meminta maaf dan memutuskan mundur dari tim media sosial wali kota sudah menunjukkan tanggung jawab moral yang patut diapresiasi.
"Staf itu sudah minta maaf dan mengundurkan diri. Itu langkah terhormat yang jarang dilakukan di birokrasi," ucapnya.
Ia pun menyebut Eri Cahyadi bukan tipe pemimpin yang gemar tampil di media sosial. Banyak kebijakan dan aksi lapangan yang dilakukan tanpa sorotan kamera.
“Mas Wali turun malam-malam meninjau jalan rusak di kawasan Jagir sampai Panjang Jiwo. Tidak ada kamera, tidak ada live, tapi sebulan kemudian jalan itu sudah diaspal mulus. Warga yang merasakan manfaatnya,” tuturnya.
