Madura Raya (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur, memperkuat identitas daerah melalui promosi budaya, potensi pariwisata, dan berbagai jenis produk unggulan di wilayah itu.
"Langkah ini kami lakukan sebagai upaya untuk memperkuat citra daerah dan menumbuhkan rasa memiliki di kalangan masyarakat,” kata Wakil Bupati Sumenep KH Imam Hasyim di Sumenep, di sela-sela Upacara Hari Jadi (Harjad) Ke-756 Kabupaten Sumenep, Jumat.
Ia menjelaskan, Kabupaten Sumenep memiliki kekayaan sejarah, budaya, dan warisan lokal yang luar biasa, sehingga perlu melakukan kemasan secara profesional dengan branding, agar mampu menjadi kekuatan ekonomi dan kebanggaan masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Sumenep, lanjut dia, mempunyai identitas lambang resmi berbentuk perisai hijau, dengan gambar kuda terbang bersayap berwarna kuning emas menoleh ke kiri, yang dalam perisai terdapat pita bertuliskan Sumekar dengan warna merah di atas dasar putih.
Sektor pariwisata mempunyai city branding “Sumenep The Soul of Madura“, yang berarti Kabupaten Sumenep jiwa Madura dan penguatan identitas ini merupakan representasi potensi unggulan wisata bahari, budaya dan religi di daerah.
“Pemerintah daerah juga mempunyai city branding Kota Keris, sebagai deklarasi bahwa Kabupaten Sumenep merupakan pusat kerajinan keris terbesar di Indonesia, yang diakui Unesco dengan jumlah empu (pembuat keris) terbanyak di dunia,” katanya.
Wabup mengharapkan, penguatan branding sebagai langkah strategis tidak hanya mengenal Kabupaten Sumenep sebagai daerah dengan sejarah panjang dan budaya adiluhung, tetapi juga sebagai kota berdaya saing dan berkarakter kuat.
"Kami ingin melalui branding sektor pariwisata dan branding kabupaten menjadi elemen penting, dalam membangun citra positif dan membedakan Sumenep dari daerah lain yang senantiasa berakar pada nilai budaya dan sejarah lokal,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Sumenep pada Peringatan Hari Jadi Ke-756 tahun 2025 mengusung tema “Ngopene Songenep”, yang mencerminkan komitmen untuk menjaga dan merawat warisan budaya luhur berbasis gotong royong, kejujuran, serta kearifan lokal di tengah modernisasi.
“Ngopene Songenep” merupakan bahasa Madura yang berarti "Merawat Sumenep".
“Kami menyampaikan apresiasi kepada anggota Forkopimda, birokrasi pemerintah daerah, TNI, Polri, instansi vertikal, sivitas kampus, para pelaku usaha, insan media, seluruh organisasi kemasyarakatan dan organisasi keagamaan, serta seluruh masyarakat atas jalinan yang baik, sehingga Kabupaten Sumenep tetap aman, damai, dan terkendali,” katanya.
Peringatan Hari Jadi Ke-756 Kabupaten Sumenep kali ini juga dimeriahkan dengan aneka kegiatan, seperti festival budaya, bazar UMKM, dan berbagai jenis lomba dan olahraga.
