Guiyang, 25/11 (ANTARA/Xinhua-OANA) - Sebanyak 18 pekerja tambang tewas dan lima orang lagi terjebak setelah ledakan gas dan batu bara di satu tambang batu bara di Provinsi Guizhou, China barat-daya, Sabtu (24/11). Sebanyak 28 pekerja tambang sedang bekerja di bawah tanah ketika kecelakaan terjadi pada pukul 10.55 waktu setempat di Tambang Batu Bara Xiangshui, kata pemerintah provinsi. Hingga pukul 21.00 waktu setempat, lima pekerja telah diselamatkan, dan seorang berada dalam kondisi kritis, kata pejabat setempat. Petugas pertolongan masih mencari lima pekerja tambang lagi. Lembaga Keselamatan Kerja Negara Bagian mengirim Wakil Direkturnya Fu Jianhua --yang juga adalah Kepala Lembaga Keselamatan Tambang Batu Bara Negara Bagian-- untuk mengawasi pertolongan dan penyelidikan. "Dinas Keselamatan Kerja Negara Bagian memerintahkan penyelidikan dan menuntut hukuman berat bagi mereka yang didapati bertanggungjawab," kata seorang pejabat keselamatan kerja setempat sebagaimana dilaporkan Xinhua --yang dipantau ANTARA di Jakarta, Ahad pagi. Tambang batu bara tersebut, yang dioperasikan oleh Pannan Coal Exploitation Co. Ltd., berada di Kabupaten Panxian, Kota Liupanshui --yang kaya akan batu bara. Tambang itu beroperasi pada 2006 dengan hasil awal empat juta ton per tahun. Tambang tersebut berada di endapan batu bara sebanyak 1,3 miliar ton, kata laporan media sebelumnya. (*)
Berita Terkait
Tindakan AS di Venezuela ancaman bagi negara kecil, termasuk Singapura
8 Januari 2026 23:00
Situasi di Venezuela tetap tenang meski ada serangan AS
8 Januari 2026 12:15
China perketat ekspor ke Jepang, terkait pernyataan soal Taiwan
8 Januari 2026 11:19
China: AS tidak berhak untuk atur hubungan luar negeri Venezuela
8 Januari 2026 09:11
