Surabaya - DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) memutuskan nama Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul dan Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa sebagai bakal calon gubernur yang akan diusung dalam Pemilihan Gubernur Jatim 2014-2019.
"Selaku partai berbasiskan Nahdliyin maka kami bertekad mengusung kader sendiri dalam Pilgub Jatim. Kebijakan ini merupakan bentuk penghormatan kepada sosok yang berjasa membesarkan partai," ujar Sekretaris Jenderal DPP PKB Imam Nahrawi, Jumat malam.
Ia menjelaskan, dari beberapa nama-nama yang ada, partai telah mengerucutkan pada dua figur yang selama ini sudah sangat dikenal publik.
"Saya kira menjadi kewajiban bagi partai, terutama basis utama di Jatim, untuk mengantarkan kader terbaik sebagai gubernur," katanya seperti dalam rilis yang diterima ANTARA Surabaya.
Pihaknya bahkan siap mengerahkan semua potensi yang ada sebagai bentuk penghargaan khusus bagi perjuangan Saifullah Yusuf atau Khofifah terhadap partai.
Imam Nahrawi mengungkapkan, kedua tokoh tersebut merupakan putra-putri terbaik PKB yang selama ini mengabdi di luar struktur partai. Setelah tugasnya di struktur partai paripurna, keduanya malang-melintang di berbagai organisasi, seperti Muslimat NU, Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin), GP Ansor, dan Wagub Jatim.
"Khofifah pernah menjadi Ketua Lembaga Pemenangan Pemilu DPP PKB pada tahun 2004. Kemudian Gus Ipul pernah Ketua Umum GP Ansor Pusat dan pernah menjabat Sekjen DPP PKB. Tentu setelah selesai tugas kepartaian secara struktural, mereka mengemban posisi di pos-pos lain," ungkapnya.
Keputusan PKB mengusung kader sendiri, lanjut dia, sejatinya telah dilakukan sejak lama. Alasannya untuk mengembalikan kejayaan partai, terutama di provinsi ini.
Tidak hanya itu saja, semua pengurus dan kader juga sepakat bahwa sudah waktunya tokoh NU dan PKB memimpin di Jawa Timur.
"Dari awal dan dalam beberapa kali kesempatan, Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar selalu menyampaikan bahwa PKB akan mengusung kader sendiri," tukasnya.
Penjaringan dua nama di atas, kata Imam, melalui proses panjang. Setelah melakukan seleksi internal, PKB lantas mengkomunikasikan pilihannya kepada pengurus NU, kalangan pesantren, tokoh masyarakat, dan ulama-ulama di Jatim.
Hasilnya, semua pihak yang diajak berembuk setuju dengan pilihan ini. Melihat adanya respons positif dari berbagai pihak ini, partai melanjutkan pada tahapan selanjutnya, yaitu melakukan survei.
Dengan adanya keputusan mengusung kader sendiri dan mengerucutnya dua nama yang akan diusung, PKB mulai berancang-ancang menjalin koalisi dengan partai lain.
Komunikasi dilakukan baik secara formal maupun nonformal di berbagai tingkatan struktur partai. Syaratnya, ada kesamaan visi dan misi serta kader PKB diusung sebagai calon gubernur, bukan calon wakil gubernur.
"Tentu kami akan berkoalisi dengan partai lain dan akan koalisi dengan siapa. Nanti dilihat perkembangan lebih lanjut, bisa dengan PDI Perjuangan atau Partai Demokrat," kata mantan Ketua DPW PKB Jatim tersebut. (*)
Editor : Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.