Banyuwangi (ANTARA) - Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid terkesan dengan pertunjukan tari kolosal Festival Gandrung Sewu yang rutin digelar tiap tahun oleh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi karena berhasil menarik perhatian wisatawan dari berbagai daerah dan mancanegara.
"Ini event pariwisata yang menarik, memadukan budaya dan pesona alam," kata Ra Hamid, sapaan Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid saat hadir dan menyaksikan Festival Gandrung Sewu 2025 di Pantai Marina Boom Banyuwangi, Sabtu.
Bupati Bondowoso itu turut larut menyaksikan kemegahan pertunjukan tari kolosal gandrung sewu yang diikuti sebanyak 1.400 orang penari dari Banyuwangi dan diaspora dari Papua dan Amerika Serikat.
Menurutnya, Pemkab Banyuwangi terus konsisten menampilkan perpaduan antara seni dan pariwisata yang dimiliki kabupaten di ujung timur Pulau Jawa itu.
"Saya salut, Banyuwangi bisa melakukan agenda (gandrung sewu) ini secara rutin," kata Bupati Hamid.
Festival Gandrung Sewu 2025 mengusung tema "Selendang Sang Gandrung", dan gandrung sewu tahun ini diikuti oleh 1.400 orang penari yang terdiri 1.200 penari berasal dari Banyuwangi termasuk para kepala desa yang ikut tampil sebagai penari laki-laki (paju) gandrung.
Sedangkan 200 orang penari penari lainnya adalah diaspora dari Pasuruan, Sidoarjo, Surabaya, Probolinggo, Situbondo, Malang, Jakarta, Sumsel, Sulawesi Selatan hingga Papua dan Amerika Serikat.
Gandrung Sewu yang telah memasuki tahun ke-13, pergelaran kolosal Gandrung Sewu kian memukau, penampilan ribuan penari dengan koreografi gerakan yang anggun dan harmonis memukau puluhan ribu penonton.
Pertunjukan kolosal tahun ini juga diselingi aksi teatrikal yang mengisahkan perjuangan menjadi seorang penari gandrung yang dibawakan penari menambah sakral dan magis dalam pertunjukan tersebut.
