Probolinggo, Jawa Timur (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo kembali bergerak cepat dalam menangani dampak bencana alam dengan menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak angin kencang di dua desa di kabupaten setempat.
Bantuan diberikan kepada warga yang terdampak bencana angin kencang di Desa Negororejo, Kecamatan Lumbang dan Desa Karangduren di Kecamatan Krejengan.
"Bantuan yang diberikan hari ini sebagai bentuk respons cepat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo terhadap bencana yang terjadi pada Rabu (22/10) sore," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief di kabupaten setempat, Kamis.
Hujan deras disertai angin kencang melanda Desa Negororejo, Kecamatan Lumbang hingga menyebabkan sebuah pohon tumbang menimpa rumah warga milik Ridwan Wahyudi, sehingga bagian atap dan teras rumah mengalami kerusakan cukup parah.
Kemudian, angin kencang juga menerjang Desa Karangduren, Kecamatan Krejengan yang menyebabkan rumah Bu Zainap roboh, karena kondisinya memang sudah lapuk.
"Paket bantuan yang diserahkan meliputi 1 lembar terpal, 1 lembar matras, 1 buah selimut, 1 paket kebersihan, 1 paket perlengkapan makanan, 1 kotak hygiene kit, 1 dus peralatan masak, 1 dus makanan tambahan gizi dan 1 dus lauk pauk," tuturnya.
Menurutnya, pemberian bantuan itu merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memberikan perlindungan dan pemenuhan kebutuhan dasar bagi masyarakat terdampak bencana.
“Kami bergerak cepat begitu menerima laporan adanya pohon tumbang yang menimpa rumah warga di Desa Negororejo dan Karangduren. Tim Reaksi Cepat langsung ke lokasi bersama Forkopimka untuk mengevakuasi dan menutup atap rumah menggunakan terpal agar kondisi rumah tidak semakin rusak," katanya.
Oemar menjelaskan langkah cepat dan kolaboratif antar-instansi itu menjadi bagian dari arahan Bupati Probolinggo Mohammad Haris yang menekankan pentingnya respons cepat dalam menghadapi setiap kejadian kebencanaan di wilayah Kabupaten Probolinggo.
"Bupati menegaskan agar setiap bencana, sekecil apapun harus segera direspons dengan cepat dan tepat. Prinsipnya, jangan sampai masyarakat terdampak menunggu lama untuk mendapatkan bantuan, terutama kebutuhan dasar, seperti pangan, perlengkapan tidur dan perlindungan tempat tinggal," ujarnya.
Selain memberikan bantuan logistik, tim dari BPBD dan Tagana juga membantu melakukan asesmen cepat terhadap kondisi rumah korban untuk menentukan kebutuhan lanjutan, termasuk rencana perbaikan yang akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan.
"Kami tidak hanya menyerahkan bantuan, juga memastikan kondisi warga terdampak aman, sehat dan bisa beraktivitas kembali, serta pendampingan psikososial serta dukungan kesehatan dari Puskesmas juga kami libatkan agar penanganan benar-benar menyeluruh," katanya.
Dengan adanya bantuan itu, lanjut dia, diharapkan warga terdampak dapat segera pulih dan merasa terbantu dalam proses pemulihan setelah bencana.
"Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, terutama memasuki musim hujan dengan intensitas tinggi di wilayah Kabupaten Probolinggo," ujarnya.
