Sidoarjo, Jawa Timur (ANTARA) - Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny Sidoarjo menyatakan akan terus menghargai jalannya proses hukum pascamusibah mushalla ambruk di lingkungan ponpes yang menewaskan 63 santri pada Senin (29/9) lalu.
Perwakilan ponpes sekaligus Ketua Alumni Ponpes Al Khoziny KH Zainal Abidin, di Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat, menjelaskan bahwa pihak ponpes melalui sejumlah pengacara yang ditunjuk siap mendampingi proses hukum bersama pihak Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur dan pihak terkait lainnya.
"Kami akan terus mengikuti prosedur hukum oleh kepolisian. Terkait siapa saja yang dimintai keterangan, kami sudah menunjuk beberapa pengacara untuk mendampingi proses hukum yang ada," kata Zainal di hadapan awak media.
Menurutnya, pihak ponpes juga turut menjaga wilayah bangunan utama Ponpes Al Khoziny yang berada di samping bangunan mushalla yang ambruk tersebut, yakni asrama santri putra dan juga ruang kelas santri, yang masih disekat dengan garis polisi agar tetap steril selama proses penyelidikan oleh kepolisian terkait musibah tersebut.
Ia menegaskan bahwa hingga kini tidak ada satupun pihak tak berwenang yang bisa memasuki daerah yang diberi garis polisi tersebut demi melencarkan seluruh proses hukum.
Adapun kegiatan pondok pesantren yang berangsur-angsur kembali normal akan dilaksanakan di luar bangunan utama yang masih menjadi area terlarang bagi umum tersebut.
"Semua sebagai bentuk keterbukaan dan penghormatan terhadap proses hukum yang sedang berjalan," katanya.
Selain itu Zainal juga menegaskan bahwa pihak ponpes menyerahkan seluruh proses hukum selesai termasuk penilaian dan investigasi dari para ahli konstruksi dalam menepis isu kelayakan struktur mushalla yang ambruk tersebut.
Menurutnya, jika nantinya para ahli memberikan penilaian dan rekomendasi terkait bangunan lain di sekitar bangunan yang ambruk perlu dibongkar atau diperbaiki, pihak ponpes menyatakan siap melaksanakan sesuai rekomendasi tersebut demi memastikan bangunan ponpes aman dan sesuai ketentuan yang berlaku.
Hingga kini Zainal menyatakan bahwa oihak ponpes akan segera melaksanakan kembali kegiatan belajar mengajar di lingkungan ponpes tersebut pascamusibah mushalla ambruk yang terjadi pada Senin (29/9) lalu.
Ia menjelaskan bahwa sejumlah santri akan segera kembali ke pondok pada hari ini, Jumat (17/10) malam yang berasal dari jenjang pendidikan tinggi atau kuliah serta santri-santri jenjang Madrasah Aliyah (SMA) maupun Madrasah Tsanawiyah (setara SMP).
Zainal menyebut bahwa kegiatan ponpes tersebut akan dipusatkan di Gedung Kuliah 2 Institut Agama Islam Al Khoziny Fakultas Syari'ah yang pada saat musibah menjadi posko gabungan Badan Pencarian dan Penyelamatan Nasional (Basarnas).
