Barangkali uang itu bisa digunakan untuk kebutuhan tahlilan 100 hari atau keperluan lain yang mendesak
Surabaya (ANTARA) - Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN) kembali memberikan bantuan kepada 24 keluarga korban tragedi ambruknya Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur.
Ketua Umum JKSN Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim di Surabaya, Rabu mengatakan pihaknya memberikan santunan sebesar Rp5 juta per keluarga, bantuan beras 50 kilogram senilai Rp750 ribu, serta uang transportasi Rp500 ribu.
“Barangkali uang itu bisa digunakan untuk kebutuhan tahlilan 100 hari atau keperluan lain yang mendesak,” ujarnya.
Ia menyampaikan seluruh korban akan dibadalkan umrah. Kiai Asep akan memberangkatkan umroh dengan biaya pribadi sebanyak 23 orang, dimana masing-masing orang akan bertugas mengumrohkan tiga korban Al Khoziny.
“Kami tentu meminta izin kepada mereka sebelum memberangkatkannya,” ucapnya.
Kiai Asep mengajak mereka berdoa dan melakukan tafsir, memberikan kabar kebaikan bahwa putra-putri mereka adalah syuhada menurut berbagai hadis Nabi.
Ia menjelaskan sejumlah riwayat tentang kemuliaan orang yang meninggal saat mencari ilmu agama maupun yang wafat karena tertimpa reruntuhan.
“Barang siapa yang wafat saat menuntut ilmu agama, maka ia mati syahid. Barang siapa meninggal karena kejatuhan reruntuhan, ia juga mati syahid,” katanya.
Kiai Asep menambahkan bahwa JKSN juga menguatkan keluarga dengan penjelasan bahwa syahid akhirat dapat memberikan syafaat kepada orang tua dan keluarganya.
Selain itu, JKSN akan melaksanakan istigasah rutin untuk mendoakan bangsa serta mendukung upaya pemerintah mewujudkan Indonesia yang maju, adil, dan makmur.
“Kita berdoa sambil berikhtiar agar cita-cita kemerdekaan, yaitu tidak boleh ada orang miskin dan terwujudnya keadilan sosial, bisa benar-benar tercapai,” tuturnya.
Pewarta: Willi IrawanEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026